Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Aduh!, Pantai Jumpai Klungkung Diserbu Sampah Kayu, tapi Jadi Berkah bagi Warga Setempat

Dewa Ayu Pitri Arisanti • Senin, 10 Juli 2023 | 05:45 WIB
SAMPAH KAYU: Tumpukan sampah kayu di Pantai Jumpai, Desa Jumpai, Kecamatan Klungkung , Minggu (9/7/2023)
SAMPAH KAYU: Tumpukan sampah kayu di Pantai Jumpai, Desa Jumpai, Kecamatan Klungkung , Minggu (9/7/2023)

SEMARAPURA,radarbali.id - Intensitas hujan yang tinggu beberapa hari terakhir agaknya membawa material kayu menepi ke pantai. Pantai Jumpai, Desa Jumpai, Kecamatan Klungkung tampak dipenuhi sampah kayu, Minggu (9/7). Tidak hanya kayu berukuran kecil, tampak batang pohon berukuran besar turut berserakan di pantai tersebut.

Meski tampak kumuh, tumpukan kayu itu menjadi berkah tersendiri bagi warga setempat. Sejumlah warga tampak mengumpulkan kayu-kayu tersebut dari pesisir pantai. Seperti Wayan Ribig warga Desa Jumpai mengaku telah berada di pantai untuk mengumpulkan kayu bakar sejak pagi.

Kayu-kayu itu dikumpulkannya untuk kebutuhan memasak di rumah sehari-hari. Sebab, dia yang sudah tua memiliki ketakutan memasak menggunakan kompor gas. “Saya sudah tua, sudah bingung-bingungan. Takutnya lupa matikan kompor. Jadi lebih aman pakai kayu bakar,” ujarnya.

Menurutnya Pantai Jumpai hampir tidak pernah dipenuhi sampah kayu sebanyak ini saat hujan deras mengguyur. Bila diingat-ingat, dituturkannya, kondisi sampah kali ini seperti saat kondisi setelah terjadinya erupsi Gunung Agung tahun 1963.

“Sampahnya sebanyak ini sejak dua hari yang lalu. Tapi tidak ada yang mengambil karena masih turun hujan. Warga baru ke pantai dan mengumpulkan kayu bakar hari ini karena sudah tidak turun hujan deras lagi,” tandasnya.

Sementara itu, Wayan Dita mengungkapkan, sampah kayu itu terbawa banjir Sungai Unda ke laut yang oleh gelombang akhirnya terbawa ke pesisir pantai. Kondisi itu tentunya cukup mengganggu para pengunjung yang ingin menikmati pantai.

Tetapi, di sisi lain ada warga yang merasakan berkah atas adanya sampah kayu tersebut. Setidaknya ada sebanyak 25 warga yang sibuk mengumpulkan sampah kayu sejak pagi kemarin. Saking besarnya kayu yang terdampar, ada warga yang sampai membawa mesin senso untuk memudahkan memotong kayu.

“Kayu-kayu itu nanti bisa dipakai sendiri atau dijual ke pedagang olahan ikan untuk kayu bakar,” tandasnya. ***

Editor : M.Ridwan
#sampah pantai #klungkung #sampah kayu dan plastik #pantai jumpai