NEGARA - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) untuk tingkat sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di Jembrana, digelar berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Seluruh siswa baru dari seluruh sekolah di Jembrana dikumpulkan di Kebun Raya Jagatnatha oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Jembrana, Senin (10/7).
Sebanyak 3.668 siswa baru SMPN di Jembrana mengikuti pembukaan MPLS dengan kegiatan gotong royong dan pembekalan materi dari narasumber terkait anak-anak. "Tidak semua siswa baru yang ikut pembukaan bersama ini, perwakilan dari setiap sekolah masing-masing satu dua kelas. Siswa yang lain MPLS di sekolah," Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga Jembrana I Gusti Putu Anom Saputra.
Materi yang disampaikan, di antaranya mengenai lingkungan hidup dari Dinas Lingkungan Hidup, mengenai kebencanaan dari BPBD Jembrana dan terkait dengan perlindungan anak, kekerasan anak dan perundungan dari dinas terkait. "Saya juga memberikan materi salah satunya penekanan terkait dengan kasus kekerasan seksual terhadap anak," ujarnya.
Tiga tema yang disampaikan saat MPLS bersama ini, karena dinilai penting untuk diketahui oleh siswa sebagai bekal. Kaitan dengan lingkungan hidup, di sekolah sudah ada program keren tidak ada sampah (kedas), yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan, kebiasaan membuang sampah dan kebiasaan mengelola sampah.
Pihaknya melakukan penekanan mengenai kekerasan seksual terhadap anak, karena kasus - kasus yang melibatkan anak, terutama kekerasan seksual kepada anak di bawah umur yang cenderung meningkat di Jembrana dan perundungan. Sehingga siswa dan guru bisa melakukan antisipasi dan pencegahan. "Jangan sampai terjadi perundungan di sekolah," ujarnya.
Siswa juga dibekali mengenai kebencanaan. Kegiatan ini sejalan dengan kegiatan BPBD Jembrana yang memiliki program ke sekolah-sekolah. "Selanjutnya MPLS dilaksanakan di sekolah selama MPLS sampai 12 Juli," terangnya.
Editor : Donny Tabelak