TABANAN,radarbali.id – Dinas Kebudayaan (Disbud) Tabanan melalui Bidang Cagar Budaya akhir turun kelapangan untuk melakukan identifikasi atas adanya laporan masyarakat terkait temuan sumur tua yang ada di SDN 1 Dauh Peken, Banjar Dukuh, Desa Dauh Peken Tabanan.
Sebanyak tiga orang tim dari Cagar Budaya Disbud Tabanan yang diketuai oleh I Wayan Juana Adi Saputra melakukan pengukuran dari bangunan sumur tua yang diduga cagar budaya itu, Selasa (11/7).
Menurut Juana, sumur tua itu ditemukan pertama kali oleh pihak sekolah SDN 1 Dauh Peken pada Rabu lalu (5/7). Dimana saat itu sekolah akan memasang paving blok pada lantai halaman sekolah, mengingat siswa-siswi dari SD tersebut libur.
Nah saat penggalian tanah yang ada di atas permukaan, malah menemukan lubang yang dimana ternyata lubang itu ada sebuah sumur tua. Kepala SDN 1 Dauh Peken Nyoman Adi Sujati yang ada di lokasi langsung melaporkan ke Bendesa Kota Tabanan dan Perbekel Dauh Peken setempat.
“Sehingga dilanjutkan laporannya ke Disbud Tabanan penemuan sumur tua yang diduga cagar budaya itu," ungkapnya.
Hasil turun identifikasi tim cagar budaya, sumur tua itu memiliki kedalam sekitar 12 meter setelah berhasil dilakukan pengangkatan lumpur tanah. Dengan kondisi bangunan batu bata bali yang masih kokoh.
Sumur itu memiliki diameter 111 Cm dengan luas lingkaran 320 CM kemudian ke dalaman batas batu 270 cm.
“Baru sebatas pengukuran kami lakukan dan melihat kondisi bangunan sumur tua itu,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dikatakan Juana, penemuan sumur tua apakah masuk dalam situs atau bangunan tua yang berupaya cagar budaya. Sejauh ini pihaknya belum bisa pastikan. Termasuk usia dari sumur tua itu.
Karena harus ada penelitian dan kajian yang mendalam dengan melibatkan tim dari balai pelestarian cagar budaya.
“Sementara itu, kalau apakah situs atau tidak kami belum mengarah kesana, karena tim ahli dari arkeolog yang menentukan dan dasarnya kajian ada,” pungkasnya.***
Editor : M.Ridwan