DENPASAR,radarbali.id- Dibatalkannya perhelatan internasional ANOC World Beach Game (WBG) membawa potensi kerugian dari segi wisman, penonton, broadcasting, tenaga kerja, exsposure internasional dan jasa transportasi.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menyebutkan ANOC WBG diprediksi menarik 6.900 wisatawan mancanegara (wisman) serta official crew dari 69 negara peserta.
Dengan dibatalkannya even ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno menyebutkan potensi kerugiannya mencapai belasan juta USD.
Baca Juga: Sempat Dipending, DPRD Badung Carikan Solusi Pemberian Santunan Kematian
"Per hari ini, hasil perhitungan kami adalah potensi kehilangan devisa sekitar 13,15 juta USD atau sekitar Rp198,17 miliar," ungkapnya dalam siaran 'The Weekly Brief with Sandi Uno' kemarin (11/7) secara daring.
Meski begitu, pihaknya akan berupaya menggantinya dengan even-even internasional lainnya, termasuk Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE). Di antaranya dengan mengajak beberapa mitra untuk menyelenggarakan even di Bali.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun dalam kesempatan ini juga menyampaikan kesiapan Bali dalam menyambut even-even internasional.
Baca Juga: Main Pecat Karyawan, Perusahaan Milik WNA di Ubud Gianyar Tak Bayar Pesangon Karyawan
"Kami siap dari sisi venue, pantai-pantainya, termasuk hotel-hotel. Termasuk kami berharap ada event-event besar lainnya, tidak hanya sport tourism, tapi ada untuk MICE," tuturnya.
Ia juga membenarkan dalam sejumlah pemberitaan, seolah-olah Bali yang membatalkan. Namun kenyataannya, disadari bahwa hal ini dari panitia pemerintah pusat.
"Kami menyadari bahwa ini dari panitia pemerintah pusat. Kami menyadari bahwa ada kendala teknisnya seperti apa, pemerintah pusat yang mengetahui," sambungnya.
Baca Juga: Polisi Hentikan Penyidikan Kasus Ayah Bunuh Anak, Almarhum Ayah Pelaku Tunggal yang Bunuh Diri
Terkait dengan masalah reservasi hotel yang belum konfirmasi, Dispar Bali telah mengkomunikasikannya dengan Ketua PHRI Badung agar bisa menjualnya ke tempat lain.
Lebih lanjut, melalui pertemuan ini ia membuka pintu untuk pihak-pihak yang ingin mengadakan event di Bali. Terlebih Bali sudah memiliki fasilitas yang lengkap dan daya tarik dengan obyek wisata yang saling berdekatan.***
Editor : M.Ridwan