Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Menyebar Bau Busuk, Warga Kawasan Kesiman Kertalangu Protes, Minta Hentikan Penerimaan Sampah

Ni Kadek Novi Febriani • Minggu, 23 Juli 2023 | 15:05 WIB
ADA BAU TAK SEDAP MENYEBAR : Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kertalangu berdampak bau tak sedap karena cara pengolahan sampah yang tidak berkualitas.
ADA BAU TAK SEDAP MENYEBAR : Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kertalangu berdampak bau tak sedap karena cara pengolahan sampah yang tidak berkualitas.

DENPASARRadar Bali.id -  Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Kesiman Kertalangu  kembali dikeluhkan karena bau yang dikeluarkan. Masyarakat setempat sempat memasang baliho dengan tulisanberbunyi  : "Desa Budaya Berubah Jadi Desa Baudaya, Kami Masyarakat  Tidak Terima  Janji Busuk apalagi bau busuk". Namun, tidak berselang lama baliho itu dibongkar, 

Dikonfirmasi langsung dengan Direktur Umum Bali PT. Bali CMPP,  Andrean Raditha,   yang merupakan pihak pengelola TPST Kota Denpasar, dia  mengakui  ada kendala dalam pengolahan  sampah. Ini  karena sampah yang diterima sudah kondisi busuk. Bukan sampah fresh.

Menurutnya, itu yang menyebabkan timbul bau busuk. Keluhan masyarakat sudah diterima oleh Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa. Solusinya sementara ini TPST Kertalangu tidak menerima kiriman sampah hingga tiga hari mendatang. 

"Kami ingin menyelesaikan sampah yang masih di TPST.  Untuk menanggulangi menekankan bau supaya tidak berlarut-larut. Itu sudah keputusan Pak Wakil Wali Kota Denpasar," ucap Pria yang akrab disapa Adit ini. 

Adith berharap situasi ini bisa segera selesai, tentunya dengan kerja sama dengan pemerintah khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) dalam pengiriman sampah. Menurutnya, ketika TPST masih mengolah sampah dari TPS3R  Kesiman Kertalangu tidak menimbulkan bau sama sekali. Itu lantaran sampah yang diterima kualitasnya bagus. 

Saat ini TPST diberikan waktu sekitar tiga hari untuk menuntaskan sampah yang ada. Jika dalam waktu tiga hari tidak habis akan diangkut ke TPS Suwung. 

Hasil pantauan Jawa Pos Radar Bali, TPST Kesiman Kertalangu mengolah sampah dijadikan RDF (refused derived fuel) yang dikirim ke perusahaan untuk pembangkit listrik salah satunya Perusahaan Semen Indonesia di Tuban, Jawa Timur.  Tampak sampah-sampah yang diterima kemarin ada yang dikeringkan dan ada juga RDF yang sudah dipaketkan siap dikirim. 

Seperti diketahui TPST Kesiman Kertalangu ini diresmikan langsung oleh Presiden Joko Widodo 13 Maret lalu.  Tujuan dari pembangunannya  menjadi percontohan dalam penanganan sampah di Indonesia. Keberadaan TPA Suwung yang sudah penuh dan juga keberadaannya ada di tengah kota yang dekat dengan bandara yang mengganggu Kota Denpasar sebagai salah satu tujuan wisata. 

Jumlah sampah Kota Denpasar per hari sekitar 800 ton akan ditangani tiga TPST  yang masing-masing dengan kapasitas 450 ton/hari di TPST Kesiman Kertalangu, 450 ton per hari di TPST Tahura dan 120 Ton per hari di TPST Padangsambian Kaja sehingga total 1.020 ton per hari.

Sayangnya, sampai saat ini belum bisa terlaksana sepenuhnya dan baru dalam tahapan uji coba. "Dengan TPST ini menjalankan Perpres supaya industri menggunakan energi terbarukan," ujar Adith. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#kesiman kertalangu #sampah