DENPASAR,radarbali.id – Desak Made Rita Kusuma Dewi, atlet Panjat Tebing asal Buleleng ini baru saja kembali ke Indonesia pasca pulang dari mengikuti World Championship di Swiss. Desak Rita pun pulang dengan raihan medali emas serta membawa tiket untuk mengikuti olimpade di Paris tahun depan.
Sepulangnya dari Swiss, Desak Rita tampaknya tak mau berdiam diri. Latihan pun langsung dilakukannya untuk meraih prestasi terbaik untuk olimpiade tahun depan. “Saya sudah mulai latihan lagi di Bekasi,” ujar Desak Rita saat dihubungi Jawa Pos Radar Bali.
Kabar prestasi yang diraih Desak Rita ini pun ternyata sampai ke telinga Gubernur Bali Wayan Koster. Pria yang juga berasal dari Buleleng ini pun berjanji akan mengapresiasi prestasi Desak Rita dengan sejumlah bonus dari pemerintah Provinsi Bali.
“Saya sudah mengecek, kapan kembalinya (Desak Rita). Begitu sampai di Bali, saya undang untuk diberi apresiasi. Bonus nanti ada,” ujarnya namun Koster enggan menyebut angka yang akan diberikan untuk Desa Rita.
Diketahui, Panjat Tebing merupakan olahraga yang sangat populer tidak hanya di Bali bahkan di Indonesia. Banyak atlet muda berbakat yang telah membuktikan diri mereka di kancah internasional. Salah satu di antaranya Desak Made Rita Kusuma Dewi. Kini Perempuan asli Desa Sambangan ini menjadi inspirasi para juniornya di FPTI Kabupaten Buleleng.
Selain Desak Rita, kini juga ada Kadek Adi Asih, atlet muda asal Desa Gitgit, Kecamatan Sukasada kini mulai menjajaki ajang internasional saat usianya kini menginjak 16 tahun. Terakhir, Asih dikirim untuk berlaga di Asian Youth Cup 2023 di Singapura bersama beberapa rekan seangkatannya. Mereka Ni Made Maylia Ardani Putri (16), Ida Bagus Kade Putra Pradika (17), Putu Arya Darma Putra (16 juga dikirim untuk menambah pengalaman di kancah Internasional.
Kejuaraan yang digelar pada Akhir Juli lalu ini, membuahkan hasil. Kadek Adi Asih berhasil naik podium dengan menorehkan peringkat ketiga kategori Speed WR Youth A Putri. Prestasi Asih masih kalah dibandingkan dengan Pemanjat Tebing asal Jawa Timur, disusul atlet Jepang dan Bali di peringkat Ketiga.
Ditemui di sela-sela seleksi Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) di Kota Denpasar, Adi Asih tak bisa menyembunyikan kegembiraannya bisa berlaga di ajang Internasional. Anak Kedua dari tiga bersaudara ini pun kini tengah fokus untuk melakukan latihan agar cita -citanya untuk membanggakan keluarga bisa tercapai.“Saat ini kami masih fokus dulu di seleksi Popnas dan harus memberikan hasil terbaik untuk FPTI Kabupaten Buleleng,”ucap Adi Asih.
Peraih Bonus tertinggi pada perhelatan Porprov 2022 tahun lalu ini pun, saat ini mengakui jika semangatnya berlaga di berbagai ajang turnamen, berkat inspirasi dari seniornya Desak Rita. Komunikasi yang terus intens di jalan bersama Desak menjadi penyemangat untuk juniornya.
Bahkan tak sesekali curhatan Asih disampaikan ke Desak Rita. Tidak hanya masalah kejuaraan bahkan masalah pribadi pun Desak selalu memberikan tuntunan kepada Juniornya. “Pelatih bahkan senior – senior di FTPI selalu mengajarkan kepada kami untuk tidak menyerah di dalam berbagai keadaan,bagaimana harus mencapai hasil yang maksimal dengan perjuangan keras,”ucap Perempuan yang masih duduk di bangku Sekolah menengah atas ini.
Sementara itu, Ketua Pengcab Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Buleleng, Haji Wahjoedi melihat sosok Adi Asih sebagai atlet muda yang Tangguh. Terkadang apapun permasalah yang dihadapi selalu berusaha untuk bertukar pikiran tidak hanya bersama rekan sejawatnya, melainkan kepada pelatihnya juga dilakukan hal serupa.
“Dengan torehan sejumlah prestasi yang diraih Adi Asih, kita meyakini akan mampu meneruskan kiprah menjadi juara dunia dan mengharumkan nama FPTI. Sosok Adi Asih ini Unik, Pemalu dan Rendah Diri,”ucap Wahjoedi.
Wahjoedi mengakui saat ini FPTI Buleleng mempunyai banyak pelapis-pelapis yang sangat mumpuni selain kadek Adi Asih. Hanya saja mereka ini harus diberikan pembinaan dan perlu kolaborasi untuk memberikan hasil yang maksimal.***
Editor : M.Ridwan