Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Penghijauan Mangrove dari CSR PT Pertamina di Jembrana(2-Habis): Puluhan Jenis Mangrove Jadi Andalan

Muhammad Basir • Rabu, 20 September 2023 | 02:05 WIB
MULTI MANFAAT : Tanaman mangrove di Desa Budeng, Jembrana, ini bukan sekadar jadi pelindung daratan tapi juga mendukung habitat ikan dan bermanfaat bagi warga. (m.basir/radar bali)
MULTI MANFAAT : Tanaman mangrove di Desa Budeng, Jembrana, ini bukan sekadar jadi pelindung daratan tapi juga mendukung habitat ikan dan bermanfaat bagi warga. (m.basir/radar bali)

Hutan mangrove ini proyek masa depan. Vegetasi jutaan pohon pantai yang luas ini di Jembrana ini juga jadi paru-paru Pulau Bali. Hutan mangrove Jembrana pun dirancang menjadi hutan bakau yang awet, lestari, abadi, sebagai pelindung oksigen sekaligus pengaman pantai.

TANAMAN pelindung daratan dari abrasi itu tersebar di hampir seluruh pesisir di Jembrana. Hutan mangrove terluas diantaranya ada di Desa Budeng dan Desa Perancak yang memang berdekatan. Jumlah pohon mangrove mencapai jutaan dengan ragam jenis berbeda.

Paling tidak, ada 36 jenis mangrove yang tumbuh di hutan mangrove di dua desa tersebut. Di Desa Budeng  dengan luas 67 hektare dan di Perancak sekitar 100 hektare. "Pada saat menerima bantuan CSR Pertamina, menambah enam jenis mangrove berbeda," kata Ketua KTH Wana Merta Desa Budeng I Putu Madiasa.

Selain menambah jenis mangrove di hutan, keberagaman jenis mangrove di Desa Budeng ini menjadi daya tarik bagi peneliti dari dalam dan luar negeri. "Komi sering didatangi peneliti dan kunjungan studi banding dari daerah lain," ungkapnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jembrana Dewa Gede Ary Candra Wisnawa mengatakan, secara umum wilayah Jembrana luasan mangrove berdasakan data BPS Jembrana tahun 2015 ada 968,50 hektar. Kondisinya ada yang sedang, jarang dan lebar.

Khusus di Desa Budeng, ada 67 hektar lahan hutan mangrove sudah pulih seratus persen. Dulunya hutan mangrove sempat dijadikan lahan tambak udang. Tetapi karena tambak udangnya tutup, akhirnya kembali menjadi hutan mangrove yang lebat.

Saat ini, seluruh lahan hutan mangrove Desa Budeng tumbuh lebat. "Ada mangrove yang tumbuh sendiri dan ada juga yang ditanami untuk mengembalikan lagi hutan mangrove," ungkapnya.

Upaya melestarikan hutan mangrove sudah dilakukan oleh masyarakat, kelompok dan pemerintah. Perusahaan juga sudah banyak membantu pelestarian hutan mangrove, baik perusahaan swasta maupun BUMN, seperti Pertamina melalui CSR yang diberikan tahun 2022 lalu.

Bantuan CSR Pertamina yang sudah terealisasi tahun 2022 lalu digunakan untuk bibit mangrove dan pemeliharaan. Penanaman bibit mangrove di lokasi yang belum ada tanaman mangrove, sehingga bisa menambah luas hutan mangrove di Jembrana. "Ke depan kami harapkan, hutan mangrove Jembrana menjadi hutan bakau abadi," ujarnya.

Menurutnya, Pertamina menggelontorkan CSR untuk mangrove dinilai sangat tepat. Karena hutan mangrove memiliki banyak fungsi yang penting bagi lingkungan dan masyarakat.

"Salah satunya penyimpanan karbon, karena hutan mangrove menyerap dan menyimpan banyak karbon dioksida dari atmosfer, sehingga memiliki peran penting dalam penyimpanan karbon global dan mengurangi dampak pemanasan global," terangnya.

Dewa Ary menambahkan, sama seperti KTH Wana Merta Desa Budeng, Kelompok Tani Lindu Segara Tanjung Pesisir, Desa Tuwed, Kecamatan Melaya, sebagai penerima CSR Pertamina, juga melakukan hal yang sama.

Melakukan penanaman bibit mangrove untuk mengembalikan hutan mangrove di bagian kawasan hutan seluas 44,50 hektare yang sebagian kecil belum ada tanaman mangrove.

Hutan mangrove juga bisa berdampak positif pada masyarakat, terutama dampak ekonomi. Karena dari hutan mangrove masyarakat bisa mencari udang, kepiting dan ikan. Bahkan, ada yang membudidayakan dalam kawasan hutan mangrove. "Mangrove menjadi sumber kehidupan (sehari-hari)," terangnya. [*]

Editor : Hari Puspita
#abrasi #jembrana #mangrove