Untuk membuat sebuah karya kreasi yang unik, tak cukup hanya sekadar punya ide dari imajinasi. Tetapi juga diperlukan sejumlah bahan untuk realisasi.
UNTUK ongkos pembuatan satu pohon Natal, Suarma diberikan budget Rp11 juta termasuk untuk hiasan lampunya dari Penanggung jawab Yayasan Kolose Santo Yusup Denpasar, Rumah Khalwat Tegal Jaya, Romo Willy Malim Batuah CDD.
Umat yang datang saat malam Natal pun dapat memberikan sumbangan secara sukarela. Setelah perayaan Natal, pohon ini nantinya akan dipajang hingga bulan Januari 2024. Jadi, tidak langsung dicopot begitu saja.
Jadi tidak serta merta dibuang begitu saja setelah segala perhelatan selesai. Ada aktivitas lain untuk pemanfaatan sejumlah benda yang dijadikan bahan.
Buah kelapa itu juga tidak mubazir, karena sudah dinanti. Kelapanya pun akan dijadikan kopra atau bisa dijual lagi. Bahkan sudah ada yang memesan kelapa dari pohon Natal ini.
Tahun depan, ia sudah mencanangkan untuk membuat pohon Natal dengan konsep yang berbeda lagi. Tentunya masih ada waktu untuk berimajinasi lagi.
“Mungkin tahun depan kita ancer-ancernya pakai daun lontar. Kita pasang daun lontar seperti spiral, di dalamnya nanti kita kasih lampu. Mudah-mudahan terealisasi,” ungkap Nyoman Sarma. [*]
Editor : Hari Puspita