DENPASAR, radarbali.id –Calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kota Denpasar dari Dapil Denpasar Selatan dari Patrai Solidaritas Indonesia (PSI) I Gusti Agung Ngurah Ariestana, SH, Mkn, rutin memberikan donasi kepada Pura Pengayatan Paduwungan di Banjar Puseh, Pedungan, Denpasar Selatan. Donasi itu dilakukan sejak almarhum ayah dari Ajik Yadnya.
Hal tersebut diungkapkan oleh pemangku pura Wayan Sura didampingi adiknya Made Kari. “Gung Yadnya itu orangnya senang meyadnya (berkorban, Red), sesuai namanya, Yadnya,” ujar Kari, ditemui di pura pada Selasa (9/1/2024).
Ajik Yadnya juga tak pernah lupa dengan keberadaan pura Paduwungan tersebut. Sebab, sejak ayahandanya dulu, sudah berbuat banyak untuk pura.
Terutama saat pujawali, ayahanda Ajik Yadnya menghaturkan banten. “Ayahnya dulu maturan caru, suci. Sekarang, Gung Yadnya melanjutkan sikap dermawan ayahnya,” kenangnya.
Dikatakan lebih lanjut, Ajik Yadnya yang merupakan seorang notaris, kelihatan low profil.
“Orangnya (Ajik Yadnya, Red) tidak mau kelihatan. Tidak cari kebanggaan,” jelasnya.
Sempat dirinya penasaran dengan Ajik Yadnya, kemudian menanyakan maksudnya sering meyadnya di pura. “Beliau katanya senang meyadnya. Kalau ditunjuk, pasti maturan. Katanya bersyukur dikasih kesempatan meyadnya,” ungkapnya.
Sementara itu, pemangku pura, Wayan Sura menambahkan Ajik Yadnya dikenal sebagai sosok yang royal.
“Pas Purnama, maturan untuk pura. Katanya, ini bape (bapak, Red) untuk belikan keperluan di pura,” ujar Sura, menirukan ucapan Ajik Yadnya saat maturan.
Sebagai pemangku, Sura hanya bisa memberikan doa restu atas kebaikan Ajik Yadnya kepada pura dan masyarakat sekitarnya. Terlebih, Ajik Yadnya akan melaju sebagai DPRD Denpasar dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Urut 7 Dapil Denpasar Selatan.
“Kami nunas ica supaya lancar apa yang di-aptiang (dimohonkan, Red), agar ngemolihang (sukses, Red). Kalau sudah naik (ke DPRD Denpasar, Red), kan lebih luas bantuannya,” jelasnya.
Sementara itu, Ajik Yadnya bersama keluarganya membantu ngayah di pura Paduwungan karena secara historis pendirian sampai sekarang.
“Sejatinya untuk melanjutkan pelayanan almarhum Aji (ayah, Red) terdahulu dan juga nunas restu agar kita semua diberikan kesehatan dan keselamatan,” jelas caleg yang sering membagikan nasi bungkus dan kursi roda itu.
Lanjut Ajik Yadnya, Pura Paduwungan dikenal memiliki aura taksu yang sangat besar karena para penyungsung secara tulus ikhlas ngayah. “Sehingga banyak tokoh, pejabat dan pengusaha tangkil nunas restu disana,” pungkas Ajik Yadnya yang tiga kali mendapat penghargaan atas dedikasinya di acara donor darah. ***