Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

5 Pembunuh Ngaku dari PSHT Bekerja Sebagai Buruh, Organisasi Ngaku Tak Kenal 5 Pelaku

Andre Sulla • Kamis, 25 Januari 2024 | 02:44 WIB
PENGEROYOKAN:  Lima pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan hilangnya nyawa Adhi Putra Krismawan di jalan Raya Sempidi, Dalung.
PENGEROYOKAN: Lima pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan hilangnya nyawa Adhi Putra Krismawan di jalan Raya Sempidi, Dalung.

DENPASAR,radarbali.id - Setelah ditangkap dan diamanankan, kini Polisi ungkap latar belakang dan pekerjaan dari ke lima orang pelaku kasus jalan raya Sempidi yang mengakibatkan Adhi Putra Krismawan, 23, tewas, Selasa 16 Januari 2023.

Diantaranya, Roni Saputra, 23. Bima Fajar Hari Saputra, 18. Ocshya Yusup Bahtiar, 21. Ahmat Hilmi Mustofa, 25, dan AM. Walaupun masih di bawah umur, 17 tahun, telah memiliki pekerjaan.

Kabid Humas Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan mengatakan, keterangan ke lima pria ini telah masih di dalami sampai saat ini oleh penyidik Polres Badung. Dilakukan ini untuk mencari tahu, teman-teman seperguruan yang masih berstatus buronan.

"Ya kan para pelaku dari Kelompok bela diri atau pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT)," paparnya, Rabu (24/1).

Diduga terdapat salah paham, karena beredar isi bahwa akan ada bentrok dengan kelompok silat lain yang adalah Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKPSI) Kera Sakti.

Karena gelap mata, akhirnya salah sasaran pada orang tidak tahu menahu, yakni Adhi pun tewas ditangan mereka. Selai mencari tahu keberadaan pelaku lain, hasil pengembangan, polisi telah kantongi latar belakang dan peran lima orang ini.

Dijelaskan, Roni Saputra, 23, bekerja sebagai Cleaning Service. Lelaki asal Banyuwangi, Jawa Timur, tinggal di Kos-kosan alamat Jalan Imambonjol. Perannya, yakni lakukan penusukan didada sebelah kanan lelaki asal Buleleng, menggunakan pisau.

Dia diamankan Satreskrim Polres Badung saat sedang berada di kos-kosan alamat Jalan Imambonjol, Denpasar.

Bima Fajar Hari Saputra, 18, merupakan Karyawan Pabrik Roti, asal Banyuwangi, JawaTimur, dia melakukan pemukulan menggunakan tangan dan mendang Adhi.

Ditangkap di mess yang ditempati, yakni Jalan Gunung Sanggabuana, Denpasar. Ocshya Yusup Bahtiar, 21, diciduk di dirumah temannya daerah Dusun Gayasan, Desa Jenggawah, Jenggawah,Jember, Jawa Timur. Lelaki pekerja Buruh Proyek, Asal Tegalsari, Banyuwangi, Jawa Timur ini memiliki peran menginjak-injak korban.

"Ya, Ocshya Yusup Bahtiar, merupakan salah satu tersangka yang wajahnya terlihat jelas dan viral sosial media," tambah Kabid Humas.

Polisi lalu mengamankan lelaki Pekerjaan Serabutan bernama Ahmat Hilmi Mustofa, 25, asal Wuluhan, Jember, Jatim. Pria berperan meyangkan pemukulan dengan tangan kosong, Diamankanoleh Subdit 1 Ditreskrimum Polda Bali saat sedang berada ditempat saudara didaerah Lumajang, Jawa Timur.

Terahir AM, 17, bekerja Pencucian Mobil. Bocah asal Banyuwangi, Jawa Timur ini diamankan di Mess Cuci Motor Jalan Raya Abianbase, Mengwi, Badung. Walaupun masih kecik, dia .elakukan pemukulan dan menendang korban dengan tangan kosong.

"Para tersangka lainnya yang belum tertangkap, masih tetap kita kejar dan upayakan secepatnya kita amankan," tambahnya.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Badung Cipto Wiyono manyatakan, terkait peristiwa Sempidi itu diketahui dari media masa.

Pihaknya langsung berinisiatif untuk mengecek, namun tidak ada anggota PSHT yang terlibat pengeroyokan.

Bahakn dikatakan, pihaknya lebih kepada perkembangan prestasi pencak silat dan program kepelatihan ke depan untuk menunjang prestasi anggota nya.

Disinggung bahwa benar akan ada isu penyerangan, dengan Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKPSI) Kera Sakti kepada PHT?

"Tidak ada isu itu hingga detik ini. Kami sama sekali tidak ada keributan di jalanan dengan pihak lain. Kami memiliki aturan, jika ada anggota yang melanggar maka akan diberi sanksi," ungkap Cipto Wiyono.

Dikatakan, bubungan antara PSHT dengan pencaksilat lain sedang baik-baik saja. "Kami dengan IKPSI Kera Sakti sempat latihan bareng waktu lalu," tutur Cipto sembari mengatakan, perlu dicatat bahwa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) terpecah menjadi dua.

Yang satunya lagi adalah Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun (PM) dan namanya sudah sah secara hukum.

Sementara itu, Siswanto Ketua PSHT PM Cabang Badung belum bisa dikonfirmasi. Seperti berita sebelumnya, kejadian ini berawal pada hari Senin 15 Januari.

Para tersangka dan beberapa temannya yang masih buron, mendapat pemberitahuan dari group WA untuk berkumpul di Citra Land Jalan Kargo Denpasar, karena akan ada tawuran dengan kelompok Ikatan Keluarga Silat Putra Indonesia (IKPSI) Kera Sakti.

Para tersangka berkumpul didepan perumahan Citraland Denpasar, sekitar pukul 22.00. Kurang lebih 1 jam menunggu para tersangka ini tidak melihat target.

Lalu berpindah ke depan Puspem Badung untuk memantau keberadaan target mereka sekira pukul 23.20. Kemudian, kurang lebih 20 menit menunggu tidak ditemukan target tersebut.

Para tersangka berpindah ke selatan tepatnya di dekat simpang Patung Hanoman Sempidi. Di sana, terlihat beberapa orang yang berpakaian hitam dengan ciri-ciri kelompok yang dicari.

Lalu, para tersangka mengejar targetnya dengan menggunakan sepeda motor dan ada yang berlari-larian sekira pukul 23.40. Setibanya di depan Banjar Ubung Sempidi, terjadi keributan antara para tersangka dengan beberapa orang yang diduga target.

Namun kemudian datang warga setempat dan membubarkan semua orang yang ada disitu. Selanjutnya para tersangka pergi kearah barat dan berhenti, serta berkumpul tepatnya ditikungan Jalan Raya Sempidi–Dalung Banjar Uma Gunung.

Tujuannya menunggu beberapa orang yang merupakan sasaran yang sebelumnya mereka temukan tersebut.

Sesaat kemudian setelah menunggu dilokasi, ada 3 motor yang melintas dengan kecepatan tinggi dan menggunakan pakaian serba hitam, yang diduga merupakan anggota dari kelompok yang mereka cari dan temukan sebelumnya. Kemudian para tersangka meneriaki 3 kendaraan dan hendak melakukan penyerangan, namun sepeda motor melaju dengan cepat sehingga berhasil kabur.

Naas bagi Adhi yang mengendarai sepeda motor darj arah belakang. Merasa panik, kendaraanya oleng ke kanan jalan sehingga menabrak tiang listrik dan terjatuh.

Para tersangka yang masih menduga korban adalah salah satu anggota kelompok target sasaran yang mereka cari, langsung melakukan pengeroyokan membabibuta hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Kesimpulannya almarhum Adhi Putra Krismawan merupakan korban salah sasaran pengeroyokan dan penganiayaan, akibat dari permasalah antara dua kelompok perantauan asal luar Bali tersebut.***

Editor : M.Ridwan
#kera sakti #pengeroyokan #psht #Lima Pelaku Dibekuk #Sempidi #adhi putra krismawan