Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Rangkaian Nyepi, Krama Desa Adat Tabanan Mulai Gelar Upacara Melasti, Berikut Ini Ritualnya

Juliadi Radar Bali • Jumat, 8 Maret 2024 | 21:25 WIB
GELAR MELASTI  : Suasana upacara melasti karma Desa Adat Tabanan di Pantai Yeh Gangga, Sudimara Tabanan. (foto:Juliadi/Radar Bali)
GELAR MELASTI : Suasana upacara melasti karma Desa Adat Tabanan di Pantai Yeh Gangga, Sudimara Tabanan. (foto:Juliadi/Radar Bali)

TABANAN, Radar Bali.id – Sebelum Hari Raya Nyepi berlangsung 11 Maret mendatang, sejumlah desa adat yang ada di Tabanan mulai melangsungkan upacara Melasti.

Upacara Melasti tidak hanya dilakukan di sejumlah pantai yang ada di Tabanan. Melainkan pula krama desa adat melakukan upacara Melasti di Danau, Sungai dan titik-titik sumber mata air.

Salah satunya itulah yang dilakukan oleh Krama Desa Adat Kabupaten Tabanan, Kamis kemarin (7/3/2024). Krama Desa Tabanan melaksanakan upacara melasti dimulai sejak pukul 04.00 Wita sampai sekitar 10.00 wita yang dilakukan di Pantai Yeh Gangga, Sudimara Tabanan. Dengan membawa sejumlah pratima (sarana persembahyangan), seperti arca dan alat-alat upacara diusung untuk disucikan ke laut.

Selain itu, krama desa adat lainnya Tabanan juga melaksanakan upacara Melasti di Pantai Soka, Pantai Tanah Lot dan Pantai Kelanting.

"Untuk upacara Melasti di Desa Adat Tabanan ada empat banjar adat yang mengikuti. Yakni Banjar Adat Dauh Pala, Banjar Adat Pande, Banjar Adat Gerogak Gede dan Banjar Adat Bongan Pala,” ujar Bendesa Adat Kota Tabanan, I Gusti Ngurah Siwa Genta.

Usai menjalani proses upacara Melasti, baru kemudian krama desa adat akan melaksanakan upacara tawur agung kesanga dilanjutkan dengan pengerupukan.

“Tapi terlebih dahulu upacara Mapepada. Baru upacara Tawur Agung Kesanga yang kami nanti gelar di Catus Pata depan Taman Bung Karno Tabanan dengan pelaksanaannya pada Minggu (10/3),” ungkap Siwa Genta.

Sementara itu Ketua Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Tabanan I Wayan Tontra mengatakan pelaksanaan upacara melasti sesuai dengan desa mawacara adat-adat masing-masing atau kebijakan desa adat setempat. Namun biasanya upacara melasti ini akan gelar tiga atau maksimal lima sebelum Nyepi berlangsung.

Dalam upacara melasti ini alat-alat upacara yang diusung untuk dibersihkan. Seperti arca, pratima, rerontek, barong, rangda dan lain yang disucikan.

“Jadi bukan betara yang disucikan, tapi alat dan benda upacara. Upacara melasti pula tidak harus ke laut tetapi ke sumber-sumber mata air, karena air adalah sumber kehidupan,” ungkap Tontra.

Tontra menambahkan ritual dari melasti ini sejatinya penyucian bhuana agung dan bhana alit sebelum Hari Raya Nyepi.

“Intinya membuang segala leteh, baik itu Bhuana alit dan Buana Agung ke samudra lautan. Sekaligus untuk menyucikan diri dan membersihkan alam dari energi negatif sebelum menyambut Tahun Baru Caka 1945,” pungkasnya. [*]

 

Editor : Hari Puspita
#upacara #tabanan #melasti #ritual