DENPASAR, radarbali.id - Sejumlah pemuda diduga kawanan geng motor kembali berulah di Kota Denpasar. Sedikitnya 10 orang, mereka mengejar dan menghadang, lalu mengeroyok dua pengguna jalan berboncengan gunakan satu sepeda motor itu hingga pingsan.
Kejadian berlangsung di depan salah satu toko bangunan, Jalan Buana Kubu, Desa Tegal Harum, Denpasar Barat, Jumat (29/3) dinihari pukul 02.00.
Kian beredar luas rekaman CCTV durasi 32 detik. Dua pemuda berboncengan sedang melaju santai di jalur tersebut, datang lima sepeda motor saling berboncengan.
Satu sepeda motor lebih dahulu menghadang, kemudian yang lainnya berhenti di samping dan ada juga di bagian belakang kendaraan target.
Secara kompak, mereka langsung parkir sepeda motor mengelilingi para korban yang belakangan diketahui inisial IK, 22, dan IN, 24.
Pengendara motor IK langsung diserang serang secara membabi buta saat masih duduk diatas sepeda motor.
Sementara IN yang dibonceng, bergegas turun untuk melarikan diri untuk meminta pertolongan, justru langsung dipukul dari arah belakang. IK dan IN dianiaya sampai babak belur dan IK sempat pingsan. Bahkan sepeda motor dibiarkan jatuh di trotoar.
Melihat dua pemuda ini terkapar tak berdaya, mereka memilih kabur. Akibat kejadian korban IK mengalami luka di bagian kepala, pipi, dahi, dan dada. Sementara, IP hanya mengalami lebam di mata.
"IP tidak begitu parah. Mengetahui gerombolan itu pergi, dia membangunkan IK dan langsung membuat laporan di Polresta Denpasar saat itu juga," timpal sumber di lingkungan Polresta Denpasar, Sabtu (30/3).
Baca Juga: Wadahi Kreatifitas Mahasiswa STISPOL Wira Bhakti, ‘Wira Bhakti Music Concert’ Hadirkan Lolot Band
Kepada anggota yang bertugas, mereka mengaku dikeroyok sejumlah pemuda diduga geng motor. Sebab, selama ini keduanya tidak pernah terlibat masalah dengan siapa pun. Sehingga, ketika dikeroyok, mereka tidak melakukan perlawanan.
"Mereka dikeroyok ketika dalam perjalanan pulang rumah, karena abis mengikuti acara di rumah teman," ungkap sumber ini mengutip keterangan pelapor.
Baca Juga: Ibu Rumah Tangga Ini Diganjar Setahun Bui Gegara Kasus Investasi Bikini, Motif Aksinya Seperti Ini
Dijelaskan, kedua pemuda yang rumahnya bertentangan itu mengaku tidak kenal dan tidak ada hubungan dengan gerombolan ABG tersebut. Sehingga mereka juga mereka aneh dan panik ketika dikeroyok secara membabi buta.
"Kami sudah ajarkan kedua korban untuk visum et repertum," tutupnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat AKP I Ketut Sukadi enggan berkomentar banyak ketika dikonfirmasi. Berdalih, belum dapat informasi dari pihak Reserse Kriminal alias satuan yang menangani.
"Saya cek dulu sebab belum dapat informasi. Kalau benar sudah dilaporkan, pasti akan diusut," tutupnya.***
Editor : M.Ridwan