Seni lukis wayang kamasan merupakan salah satu seni rupa khas Kamasan,Klungkung, yang sangat terkenal bahkan hingga ke luar negeri. Sayangnya, minat generasi muda untuk belajar melukis wayang kamasan semakin memudar.
KENYATAAN minat generasi muda yang menyusutini seperti disampaikan Made Susanta Puja Laksana. Dia seorang pelukis wayang kamasan yang ditemui saat menjadi salah satu juri Lomba Melukis Wayang Kamasan.
Ini merupakan rangkaian Hari Puputan Klungkung ke-116, di Puri Agung Klungkung, Minggu (28/4/2024) mengungkapkan, seiring waktu semakin sedikit anak-anak yang belajar melukis wayang Kamasan.
Selain keinginan belajar yang kian memudar, menurutnya kesempatan untuk belajar melukis juga terbatas. Sebab pelajar masa kini banyak menghabiskan waktunya untuk akademik. “Kalau dulu, saya pulang sekolah pukul 12.00.
Setelah itu bebas, jadi saya bisa belajar melukis dengan tetua di rumah. Kalau sekarang, anak-anak sampai sore di sekolah, pulang sekolah les. Jadi memang semuanya sekarang sudah beda zamannya,” katanya.
Dengan kondisi seperti itu, menurutnya kompetisi melukis wayang Kamasan dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan keinginan atau motivasi, serta menggali minat dan bakat generasi muda terhadap seni lukis Wayang Kamasan.
“Dengan adanya lomba, minimal sekolah-sekolah di Klungkung akan membina siswanya untuk bisa melukis wayang Kamasan. Karena akan malu kalau sampai tidak mengirim peserta,” terangnya.
Besar harapannya minat generasi muda belajar melukis wayang Kamasan kian meningkat. Sehingga kesenian ini tidak punah. [*]
Editor : Hari Puspita