MANGUPURA, radarbali.id - Dua pemuda diamankan dan ditetapkan tersangka oleh Kepolisian Sektor (Polsek) Kuta Selatan. Masing-masing inisial AG dan AB, disuga asal Sumba, NTT. Ini buntut dari bentrok di Freedom Futsal Arena, Jalan Batu Ngongkong, Lingkungan Angga Swara, Kelurahan Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Minggu 5 Mei 2024.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kuta Selatan Kompol I Gusti Ngurah Yudistira, bahwa pihaknya telah kerahkan Tim Unit Kecil Lengkap (UKL) mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) setelah mendapatkan informasi keributan. Di sana, pihaknya mengarahkan korban untuk melapor ke kantor polisi.
Selain itu, aparat memeriksa saksi-saksi dan mengamankan barang bukti. Kini, kata Kompol I Gusti Ngurah Yudistira, pihaknya telah menetapkan dua orang sebagai tersangka berinisial AG dan AB. Namun, ia belum menjelaskan peran dari masing-masing tersangka. Kasus ini pun akan terus dikembangkan.
"Masih pengembangan, tidak menutup kemungkinan, akan ada tersangka-tersangka lain," tegasnya, Selasa (7/5).
Pihaknya berharap masing-masing pihak agar bisa menahan diri dan mempercayakan kasus tersebut kepada kepolisian, sehingga kamtibmas wilayah Kuta Selatan tetap aman terkendali.
Yudistira juha mengimbau kepada masyarakat yang ingin mengadakan kegiatan melibatkan orang banyak, agar melaporkan atau mengajukan ijin ke pihak kepolisian. Jikalau sudah dilaporkan dan mengajukan izin, kegiatan tersebut bisa terpantau sejak dini, sehingga kejadian serupa tidak terjadi.
"Pertandingan ini tidak memgantongi izin," tutupnya. Seperti berita sebelumnya, kerusuhan pecah ketika sedang berlangsungnya turnamen Fun Futsal Rantauan Cup 2024 ke V dan yang sedang bertanding adalah Tim Maliti Indah melawan Satu Darah FC.
Tetiba terjadi pemukulan dalam pertandingan tersebut, dan wasit sudah menyelesaikan masalah dengan mengeluarkan pemain yang memukul. Namun, pemain Satu Darah yang dipukul tidak terima daan menghubungi keluarganya usai pertandingan.
Perundingan di antara kedua belah pihak berlangsung alot dan malah jadi makin memanas. Sampai akhirnya berkembang jadi kerusuhan, berupa lempar batu antar kedua tim. Akibatnya, beberapa orang menderita luka-luka.***
Editor : M.Ridwan