SEMARAPURA, radarbali.id - Ada sepuluh jenis bencana yang berpotensi terjadi di Kabupaten Klungkung berdasarkan kajian risiko bencana yang telah disusun BPBD Klungkung.
Selain gempa bumi, letusan gunung api, tanah longsor, banjir, banjir bandang, kekeringan, gelombang ekstrim dan abrasi, cuaca ekstrim, kebakaran hutan dan lahan, Klungkung juga rawan terjadi bencana tsunami.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Geofisika Denpasar berencana menggelar program Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami di Kabupaten Klungkung. Berlangsung mulai 20-21 Juni 2024, kegiatan ini akan diselenggarakan di Wyndam Tamansari Jivva Resort, serta wilayah Desa Kusamba dan Kampung Kusamba, Kecamatan Dawan.
“Program Sekolah Lapang Gempa Bumi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan edukasi masyarakat utamanya yang berada di pesisir, mengenai potensi gempa bumi dan tsunami. Sekaligus bagaimana cara mitigasinya,” terang Kepala BMKG Denpasar Arief Tyastama belum lama ini.
Selain melibatkan masyarakat, dikatakannya kegiatan ini juga akan melibatkan personil TNI dan Polri.
Penjabat Bupati I Nyoman Jendrika sangat mendukung dan menyambut baik program ini. Pihaknya berharap kegiatan ini nantinya bisa berjalan lancar.
“Dan masyarakat utamanya yang berada di daerah pesisir akan lebih paham mengenai potensi gempa tsunami serta cara memitigasikan,” tandasnya.
Sementara itu, Kalak BPBD Klungkung, Putu Widiada mengungkapkan ada sebanyak 18 desa yang termasuk rawan bencana tsunami.
Untuk Kecamatan Banjarangkan, desa Negari dan Takmung merupakan desa yang termasuk rawan bencana tsunami. Di Kecamatan Klungkung, yakni Desa Satra, Jumpai, Tangkas, Gelgel, dan Tojan.
Sementara di Kecamatan Dawan, ada Desa Gunaksa, Kusamba, Kampung Kusamba, dan Pesinggahan.
“Untuk Kecamatan Nusa Penida, yang termasuk desa rawan bencana ada Desa Lembongan, Jungutbatu, Kampung Toya Pakeh, Ped, Kutampi Kaler, Batununggul, dan Suana,” bebernya.***
Editor : M.Ridwan