DENPASAR, radarbali.id - Ragam kekayaan rempah-rempah di Indonesia makin bergeliat dan diolah menjadi produk UMKM. Puluhan UMKM dengan produk herbalnya pun ditampilkan dalam Herb Euphoria Fest 2024 oleh Kementerian BUMN mulai Kamis (27/6) hingga (30/6) di area Mal Living World Denpasar.
Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pengembangan UMKM Kementerian BUMN, Loto Srinaita Ginting memaparkan Herb Euphoria Fest 2024 bertujuan untuk memberikan edukasi mengenai kekayaan herbal nusantara dan mendorong gaya hidup sehat secara alami. Khususnya pada generasi muda Indonesia.
Setelah diselenggarakan di Sarinah, Jakarta pekan lalu, pihaknya pun menyasar Bali yang dinilai sebagai kota yang tepat dalam pelaksanaan Bazar UMKM Untuk Indonesia yang mengangkat tema herbal khas nusantara.
Baca Juga: Jadwal PKB ke-46 Hari Jumat- Sabtu, 28-29 Juni 2024
"Produk dari UMKM itu punya keunikan, bukan produk yang massal. Karena tempat ini strategis, tidak menutup juga kemungkinan pembeli dari luar negeri juga. Sehingga order beli juga bisa dari luar negeri," ujarnya, kemarin (27/6).
Terlebih Bali menjadi tujuan utama bagi wisatawan lokal maupun mancanegara dalam mencari ketenangan, penyegaran, dan keseimbangan hidup. Sehingga Pulau Dewata menjadi salah satu provinsi yang memiliki ekosistem bisnis wellness yang kuat dan beragam.
Untuk diketahui, bazar ini diikuti oleh 90 UMKM binaan BUMN Penyelenggara dengan lebih dari 100 jenis produk olahan herbal; jamu; aromaterapi; makanan dan minuman; beauty and wellness, hingga produk fesyen ramah lingkungan.
Baca Juga: Ahli: Ada Dua Pola Penanganan Pelanggaran Pasal 242 KUHP Dalam Perkara Terdakwa Selepeg
Oleh karenanya, Bali diyakini dapat mewujudkan komitmen Kementerian BUMN dan BUMN Group dalam rangka mendukung pengembangan dan perluasan produk UMKM, khususnya UMKM binaan BUMN yang bergerak dalam usaha herbal nusantara.
Di antaranya binaan Bank Mandiri, Pelindo, Adhi Karya, Permodalan Nasional Madani (PNM), dan Perhutani.
"Harapannya produk-produk UMKM yang bergerak di bidang produk herbal ini mempunyai tempat, bisa diterima, dikenal, dan juga makin sejahtera karena ada order yang signifikan," kata Loto Srinaita.
Hal serupa disampaikan Regional CEO PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Winardi Legowo yang mewakili BUMN Penyelenggara. Acara ini diharapkannya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, termasuk pertumbuhan ekonomi di daerah melalui dukungan terhadap UMKM agar naik kelas.
"Dengan adanya event ini pastinya akan membantu para UMKM. Khususnya untuk mendorong dari sisi pemasaran supaya dapat diikenal lebih luas dan dapat menjangkau fasilitas yang lebih baru," paparnya.
Seperti salah satu UMKM dari Kota Ambon, Mie Sagu Cempaka yang bergerak di olahan sagu. Mulai dari mi sagu, kukis sagu, dan snack sagu gluten free dari harga Rp25 ribu sampai Rp32 ribu.
Baca Juga: Akhirnya Tiga Kandidat Bakal Calon Bupati/Wakil ke DPP PPP untuk Melobi Rekomendasi
"Targetnya di sini kami dapat pasar baru. Kalau bisa ada distributor di Bali, karena di sini kan peminat vegie banyak untuk pola hidup sehat," kata Pemilik Mie Sagu Cempaka, Diah Puspita.
Terlebih di daerah asalnya, sagu sangat berlimpah dan rempah-rempah seperti jahe masih familiar. Sehingga kedua bahan ini dikombinasikan menjadi suatu produk herbal yang menyehatkan.***
Editor : M.Ridwan