Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Pemkot Denpasar Siap Bangun 2 SMP Negeri Baru, Tangani Blank Spot di Penatih Dangin Puri dan Pemogan

Ni Made Ari Rismaya Dewi • Selasa, 16 Juli 2024 | 16:15 WIB
PENAMBAHAN SEKOLAH: Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan penambahan jumlah sekolah atau pembangunan SMPN 17 Denpasar akan dilakukan pada
PENAMBAHAN SEKOLAH: Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan penambahan jumlah sekolah atau pembangunan SMPN 17 Denpasar akan dilakukan pada

DENPASAR, Radarbali.id - Pemerintah Kota Denpasar berencana membangun dua SMP Negeri, yakni SMP Negeri 17 Denpasar dan SMP Negeri 18 Denpasar. Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan penambahan jumlah sekolah atau pembangunan SMPN 17 Denpasar akan dilakukan pada tahun anggaran 2025 mendatang.

 

Untuk diketahui, SMPN 17 Denpasar berlokasi di daerah Penatih Dangin Puri. Nantinya SMP baru ini akan meng-cover wilayah Penatih dan Penatih Dangin Puri.

 

“Karena memang selama ini Penatih Dangin Puri dan Penatih itu jauh dari SMPN 12, SMPN 8, dan SMPN 14. Itu sudah kalah bersaing dia,” tuturnya ketika ditemui usai Rapat Paripurna ke-15 di Kantor DPRD Kota Denpasar, Senin, 15 Juli 2024.

Baca Juga: Ratusan Orang Tua Siswa Geruduk Kantor Disdikpora Denpasar, Begini Keluhannya Terhadap PPDB SD 

Keberadaan SMPN baru ini juga mendapat sorotan anggota dewan dalam Rapat Paripurna ke-15, khususnya dari Fraksi Golkar. “(Masukan, red) bahwa di samping melihat pembagian zona, kami juga harus melihat jumlah penduduk dari suatu wilayah,” sambungnya.

 

Jumlah penduduk yang ada di lokasi perencanaan dapat menjadi salah satu indikator utama dalam mendirikan SMP. Daerah yang padat penduduk yang harus diutamakan. 

 

Dicontohkan di Desa Pemogan yang jumlah penduduknya nomor dua di Denpasar Selatan setelah Sesetan. Namun SMPN yang tersedia di sana hanya SMPN 11 Denpasar.

Baca Juga: TPST Tidak Efektif, Pemkot Denpasar Maksimalkan Penanganan Sampah dengan 17 Mesin Gibrig 

Di sisi lain, Desa Sidakarya yang notabene sudah memiliki SMPN baru ternyata dapat dua zona, yaitu SMPN 6 Denpasar dan SMPN 16 Denpasar yang baru dibangun.

 

Hal inilah yang diminta oleh dewan untuk mempertanyakan apa saja yang menjadi acuan atau dasar Disdikpora dalam menentukan zona Pembangunan SMP. Sehingga masyarakat bisa melihat dasar pertimbangan pembangunan tersebut.

 

Selain SMPN 17, Pemkot Denpasar tengah berproses untuk memohon lahan provinsi yang ada di Pemogan guna pembangunan SMPN 18 Denpasar.

 

Adapun lahan provinsi yang dimaksud yakni di Balai Latihan Kerja yang ada di kawasan Jalan Imam Bonjol. “Sehingga kalau itu bisa kami wujudkan, wilayah blank spot yang ada sekarang itu sudah bisa kami selesaikan sesuai dengan saran dewan tadi,” jelasnya.

Baca Juga: Setelah Kurang Maksimal di SMP, Sikepo di Klungkung Kini Didorong Diterapkan di SMA 

Ia pun tak menampik bahwa peningkatan jumlah penduduk di Pemecutan Kelod membuatnya tak bisa bersaing ke SMPN 7 Denpasar. “Daerah blank spot yang ada sekarang di sisi timur itu Penatih dan Penatih Dangri kami akan selesaikan di tahun 2025,” sambungnya.

 

Pasalnya, Pemkot Denpasar belum berani mengalokasikan anggaran untuk pembangunan SMPN 18 Denpasar karena proses permohonan lahan yang masih belum jelas.

 

Terlebih jika dihitung, pengadaan satu sekolah memerlukan anggaran Rp40 miliar. Seperti halnya anggaran untuk SMPN 17 Denpasar. “Kami arahkan Rp40 miliar itu untuk infrastruktur dulu. (Untuk SMPN 17, red) sudah kami alokasikan anggaran kalau tidak salah hampir Rp40 miliar di tahun 2025,”  kata Arya Wibawa. ***

 

 

Editor : Made Dwija Putera
#Wakil Wali Kota Denpasar Kadek Agus Arya Wibawa #ppdb denpasar #Penatih #pemkot denpasar