DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Lomba gebogan turut diselenggarakan dalam serangkaian Upacara Pujawali di Pura Dalem Pauman, Banjar Kerta Bumi, Desa Sumerta Kaja, Kecamatan Denpasar Timur pada Kamis (17/10/2024).
Ketua Pengelingsir Pengemong Pura Dalem Pauman, Gede Ngurah Ambara Putra yang juga Calon Wali Kota Denpasar dari Paket ABDI menyampaikan lomba gebogan kali ini diharuskan menggunakan produk buah dan jajan lokal Bali.
"Tujuannya adalah untuk meningkatkan kecintaan daripada buah lokal kepada masyarakat, pada khususnya pengemong dan pengempon Pura Dalem Pauman," ujarnya.
Lomba gebogan diikuti oleh delapan kelompok peserta dari liam tempekan yang ada di pengempon Pura Dalem Pauman. Terdapat sekitar 100 KK di dalam lima tempekan tersebut.
Selain buah lokal, peserta juga diharuskan untuk menggunakan jajan dari UMKM lokal pada gebogannya.
"Sehingga kalau pakai buah dan jajan lokal, tentu kita mendukung petani lokal sekaligus pembuat jajan lokal. Juga bisa lebih murah," kata Ambara.
Dengan demikian, ke depannya upacara tidak lagi membebankan dari segi harga. Karena buah impor tentu harganya lebih mahal jika dibandingkan buah lokal.
"Dengan mendukung petani dan pelaku UMKM, maka dipastikan perekonomian di Kota Denpasar juga akan mengalami peningkatan. Kemungkinan juga ke depannya tidak akan lagi adanya alih fungsi lahan," sambungnya.
Dipastikannya lomba gebogan akan terus diadakan ketika dilaksanakan Upacara Pujawali. Termasuk akan terus mensosialisasikan keberadaan buah lokal dan jajanan lokal.
Lebih lanjut, lomba gebogan di Pura Dalem Pauman secara rutin dilaksanakan setiap odalan Purnama setelah Wuku Langkir atau enam bulan sekali.
Setelah acara lomba gebongan, di Pura Dalem Pauman dilaksanakan upacara ngaturan piodalan yang dipuput oleh Ida Rsi Bhujangga dari Griya Tembau, Denpasar dan diikuti persembahyangan bersama.
Acara piodalan di Pura Dalem Pauman ini juga diisi berbagai tarian seperti Tari Rejang Sari, Tari Baris Gede, dan Bondres. (ari)
Editor : Rosihan Anwar