NEGARA, Radar Bali.id - Terjadi, dan terjadi lagi. Penumpang kapal penyeberangan Selat Bali kembali menyebutkan diri ke laut.
Kali ini, yang terbaru, seorang penumpang kapal diketahui , usia remaja, bernama inisial AJP, 17, nekat menceburkan diri ke laut dekat Pelabuhan Gilimanuk, Sabtu (28/12/2024) lalu.
Beruntung anak buah kapan berhasil menyelamatkan remaja AJP, asal Banyuwangi, tersebut.
Informasi yang dihimpun, penumpang kapal motor penumpang (KMP) Dharma Ferry I bertolak dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Gilimanuk sekitar pukul 13.14 Wita.
Saat sudah mendekati Pelabuhan Gilimanuk, sekitar pukul 13.43 Wita, tiba - tiba salah seorang penumpang, yakni AJP dilaporkan kepada anak buah kapal.
Salah atau anak buah kapal, Istoro langsung mendatangi dan melempar pelampung yang ada sisi kiri anjungan dibantu dengan anak buah kapal lain.
”Bapak Istoro teriak orang jatuh di laut dan melaporkan ke anjungan bahwa ada penumpang jatuh ke laut,” ujar Komandan Pos Angkatan Laut (Danposal) Gilimanuk Letda Laut (P) Bayu Primanto, Minggu (29/12/2024).
Nakhoda kapal, Supardi, kemudian memerintahkan untuk menjalankan prosedur menolong orang jatuh ke laut. Kemudian semua anak buah kapal menolong penumpang yang jatuh ke laut.
Setelah pelampung yang dilemparkan dipegang korban, selanjutnya diarahkan ke buritan kapal.
Di buritan kapal sudah ada anak buah kapal yang yang lain menunggu. Kemudian anak buah kapal, Istoro memberikan pelampung lagi yang sudah ada talinya untuk mengevakuasi korban.
”Penumpang yang melompat ke laut berhasil di evakuasi dan diselamatkan,” terangnya.
Penumpang tersebut, dibawa ke ruang medis di damping kelurganya diberikan tindakan medis dan ganti pakaian.
Setelah kapal bersandar di dermaga 3 Pelabuhan Gilimanuk, penumpang melanjutkan perjalan menuju Denpasar dengan keluarganya menggunakan mobil pribadi.
Motif penumpang berinisial AJP tersebut menceburkan diri ke laut, diduga karena permasalahan di dalam keluarganya. ”Penumpang (AJP) sedang ada masalah dengan ibunya,” tandasnya.
Penumpang kapal menceburkan diri ke laut sudah dua kali terjadi dama sebulan terakhir. Sebelumnya, seorang perempuan asal Jember menceburkan diri ke laut ditemukan meninggal beberapa jam setelah dilaporkan. [*]
Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali