TABANAN, Radar Bali.id - Manajemen Daya Tarik Wisata (DTW) Ulun Danu Beratan, Bedugul Baturiti, Tabanan membagikan hasil pendapatan mereka kepada sejumlah pengempon Gebog Pesatakan Pura Ulun Danu Beratan (Danau Beratan).
Bagi hasil pendapatan itu dilakukan dua kali dalam setahun. Dari 20 anggota pengempon Gebog Pesatakan Pura Ulun Danu Beratan mereka menerima pah-pahan dari Manajemen DTW Ulun Danu Beratan mencapai ratusan juta rupiah. Pasalnya pendapatan DTW Ulun Danu dari tingkat kunjungan wisatawan mencapai puluhan miliar setiap tahunnya.
Dalam keterangannya, manajer DTW Ulun Danu Beratan, I Wayan Mustika, mengatakan bahwa pihaknya yang membagikan hasil pendapatan kepada sejumlah pengempon Gebog Pesatakan Pura Ulun Danu Beratan sejatinya rutin dilakukan setiap tahunnya dan itu sudah sesuai ketentuan yang ada.
"Senin (27/1/2025) kami bagikan hasil usaha dari DTW Ulun Danu Beratan," ucapnya, Selasa (28/1/2025).
Dari 20 anggota yang tergabung dalam Gebog Pesatakan Pura Ulun Danu Beratan mendapat pembagian hasil atau pah-pahan yang berbeda. Ada yang mendapat Rp 800 juta, Rp 400 juta sampai dengan Rp 100 juta tergantung dari wilayah masing-masing. Misalnya Desa Adat Canding Kuning memperoleh pah-pahan hasil usaha DTW Ulun Danu Beratan mencapai Rp 800 juta.
"Pah-pahan ini kami bagikan dua kali dalam setahun. Yakni bulan Juli dan akhir Desember atau pada bulan Januari," ungkapnya.
Mustika menyebut pada tahun 2024 lalu DTW Ulun Danu Beratan mencatat jumlah pendapatan dari kunjungan wisatawan mencapai Rp 60 miliar. Pendapatan DTW ini yang dikelola baik untuk operasional, promosi, pengembangan wisata hingga membayar gaji dari pekerja.
"Sisanya hasil usaha dari sektor wisata inilah yang dibagikan berupa pah-pahan kepada desa adat yang tergabung dalam Gebog Pesatakan Pura Ulun Danu Beratan," ujarnya.
Kendati pendapatan DTW Ulun mencapai Rp 60 miliar pada tahun 2024 lalu. Namun masih belum mencapai target. Karena setiap tahunnya pihaknya menarget 10 persen kenaikan pendapatan dari tahun sebelumnya.
"Kemarin tahun 2024 justru turun pendapatan dari tahun 2023 sebesar 10 persen. Kami belum evaluasi apa penyebab turun tingkat kunjungan wisatawan ke DTW Ulun Danu Beratan," jelasnya.
Ia menambahkan pembagian hasil pendapatan usaha pah-pahan bagi desa adat tersebut nantinya oleh desa adat setempat digunakan untuk kegiatan Yadnya, pembangunan hingga pengembangan pelestarian seni dan budaya yang ada di desa adat setempat.
"Selain itu termasuk mereka nantinya membantu dalam kegiatan event dan festival yang ada di DTW Ulun Danu dalam hal seni dan budaya," tandasnya. [*]
Editor : Hari Puspita