DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Perayaan Tahun Baru Imlek 2025 disambut dengan antusias di Bali, termasuk juga Denpasar.
Mulai dari hiasan lampion, penampilan barongsai, hingga kuliner khasnya.
Seperti halnya salah satu restoran chinese di Jalan Danau Tamblingan, Sanur, Denpasar Selatan, Naga Eight Restaurant yang mengangkat tradisi kuliner khas Imlek yaitu Yu Sheng.
Kuliner yang dikenal dengan 'prosperity toss' ini merupakan tradisi khas komunitas Tionghoa yang menghadirkan hidangan salad ikan segar dengan beragam bahan berwarna-warni.
"Kata Yu artinya ikan dan Sheng itu diangkat ke atas. Semua bahan-bahannya diaduk, lalu ditos ke atas bareng-bareng. Biasanya sama keluarga atau orang kecinta selama Chinese New Year," ujar Head Chef Naga Eight Restaurant, Adrianus Indarto.
Ikan yang digunakan untuk penyajiannya yaitu jenis salmon tasmania yang lebih premium dan teksturnya lebih bagus dibandingkan salmon lainnya.
Baca Juga: Video Mesra Anak Deddy Corbuzier dengan Pacarnya Viral, Begini Kata Sang Ayah!
"Yu Sheng Itu sebagai simbol untuk prosperity (kemakmuran, red), kebijaksanaan, keberuntungan, kekayaan, kesehatan, dan sebagainya yang bagus-bagus. Semoga di tahun yang baru itu, yang bagus-bagus datang ke diri kita bersama keluarga," sambungnya.
Tiap bahannya pun memiliki maknanya tersendiri. Di antaranya ikan segar (Nian Nian You Yu) melambangkan kelimpahan dan rezeki sepanjang tahun; wortel parut (Hong Yun Dang Tou) membawa keberuntungan yang berlimpah; lobak hijau (Qing Chun Chang Zu) simbol kesehatan dan awet muda; dan lobak putih (Bu Bu Gao Sheng) melambangkan kemakmuran yang terus meningkat.
Kemudian minyak wijen (Cai Yuan Guang Jin) diyakini dapat menarik kekayaan dan rezeki; kerupuk goreng (Bian Di Huang Jin) melambangkan emas dan kesejahteraan; kacang tanah cincang (Jin Yin Man Wu) menghadirkan rumah tangga yang harmonis dan makmur; serta biji wijen (Sheng Yi Xing Long) melambangkan bisnis yang berkembang pesat.
Baca Juga: Terapkan Strategi Bertahan dan Agresif Dibabak Kedua, Bali United Tekuk Borneo FC di Kandang
"Seluruh bahan dituangkan satu persatu sambil mengucapkan kata yang sudah ada itu di petunjuknya, lalu terakhir dituangkan sausnya. Nanti bareng-bareng ditos ke atas pakai sumpit," jelasnya.
Menurut kepercayaan, semakin tinggi Yu Sheng ditos, maka keberuntungan akan semakin tinggi juga. Campuran bahan Yu Sheng akan menghadirkan cita rasa asam manis yang juga menyesuaikan dengan lidah orang Indonesia.
Marketing Communication Naga Eight Restaurant, Nanda Putra turut menyampaikan menu Yu Sheng memang menjadi primadona di kalangan pengunjung selama periode Imlek.
Baca Juga: Astungkara, Tembus Puluhan Miliar Penghasilan, Danau Beratan Bagikan Pah-pahan Kepada Desa Adat
"Terutama yang chinese, seperti dari Surabaya, Malaysia, dan Singapura. Kalau dia paham dengan tradisinya dan dia mengerti dengan budayanya, biasanya Yu Sheng ini termasuk yang dicari," tuturnya.
Jumlah pengunjung juga kian meningkat selama periode Imlek 2025. Satu porsi Yu Sheng berukuran medium seharga Rp394 ribu untuk dinikmati empat sampai lima orang. Sedangkan ukuran large seharga Rp594 ribu untuk delapan sampai dua belas orang.
Bahkan wisatawan asing dari Korea maupun western yang sebelumnya masih awam dengan hidangan ini, ikut mencicipinya selama periode Imlek.
Baca Juga: Terapkan Strategi Bertahan dan Agresif Dibabak Kedua, Bali United Tekuk Borneo FC di Kandang
"Jadi kami memang ingin mengangkat bahwa restoran kami itu sebenarnya juga aware sama tradisi China. Sekaligus mengenalkan ke masyarakat luas," kata Nanda.***