DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Proyek Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi mengalami kemajuan signifikan.
Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum telah melaksanakan tender prakualifikasi jalan Tol Gilimanuk-Mengwi hingga Senin, 3 Februari 2025. Proses tender telah dilaksanakan sejak 9 September 2025.
Hingga Selasa, 4 Februari 2025, terdapat 16 badan usaha peminat yang sudah mengambil dokumen prakualifikasi proyek Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi.
"Pendaftar prakualifikasi terdiri dari badan usaha lokal dan beberapa badan usaha asing dari Tiongkok," ujar Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Miftachul Munir kepada Jawa Pos.
Masuknya calon investor baru Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi tersebut merupakan kabar baik karena dalam lelang proyek pada Maret 2024 BPJT tidak berhasil memperoleh calon investor yang memenuhi kriteria.
Satu-satunya calon investor Tol Gilimanuk-Mengwi yang lolos prakualifikasi, yakni PT Bangun Sarana Agung, gagal memenuhi kewajiban mendapatkan dukungan pembiayaan dari perbankan untuk membiayai investasi jalan tol (financial close).
Meski demikian, Miftachul Munir menyatakan bahwa Kementerian PU memutuskan untuk menunda proses prakualifikasi jalan tol Gilimanuk-Mengwi. Alasannya, Kementerian PU saat ini masih menyelesaikan pemutakhiran studi kelayakan proyek yang diharapkan bisa selesai pada 2025.
Studi kelayakan yang baru tersebut untuk menentukan nilai investasi yang mutakhir, tingkat pengembalian investasi (internal rate of return), tarif awal, masa konsesi jalan tol, dan nilai dukungan anggaran penyelesaian proyek dari pemerintah.
"Kementerian PU sedang melakukan pemutakhiran studi kelayakan untuk memastikan proyek jalan tol tersebut feasible dan bankable," terang Munir.
Salah satu yang dihitung ulang oleh Kementerian Pekerjaan Umum adalah besaran dukungan pemerintah pada proyek tol.
Lembaga Manajemen Aset (LMA) sebelumnya telah mengalokasikan anggaran Rp 500 miliar untuk membantu pembebasan lahan. Dengan penundaan lelang, pencairan anggaran ganti rugi pembebasan lahan tol Gilimanuk-Mengwi juga akan mundur hingga tahun depan.
Munir menyampaikan, dengan nilai investasi terbaru, besaran dukungan pemerintah dimungkinkan bertambah. Hal tersebut termasuk dalam pemutakhiran studi kelayanan proyek.
"Efisiensi anggaran (pemerintah pusat) dapat berpengaruh (pada target pelaksanaan proyek) karena adanya rencana porsi dukungan pemerintah pada ruas tol ini. namun tidak mempengaruhi pada porsi pembangunan oleh badan usaha," jelas Munir.
BPJT menargetkan proses pelelangan jalan Tol Gilimanuk-Mengwi dapat diselesaikan pada 2026 sehingga proses konstruksi pembangunan jalan tol sepanjang 96,84 kilometer tersebut dapat mulai dibangun 2027.
Meski Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi dikeluarkan dari proyek strategis nasional, Kementerian PU masih melanjutkan tender proyek tol sepanjang 96,84 kilometer tersebut.
Berdasarkan pengumuman BPJS, perkiraan investasi jalan Tol Gilimanuk-Mengwi mencapai Rp 25,4 triliun.
Jalan tol tersebut akan melewati tiga kabupaten, yakni Jembrana, Tabanan, dan Badung. Trase jalan diperkirakan melewati 13 kecamatan dan 58 desa.
Dalam penawaran tender sebelumnya, jalan tol Gilimanuk-Mengwi direncanakan dibangun 2 lajur dan dua jalur dengan masa kerja sama yang ditawarkan adalah 50 tahun.
Tarif kendaraan golongan 1 yang ditawarkan sebesar Rp 1.595 per kilometer. Tingkat pengembalian investasi yang ditawarkan mencapai 13,58 persen.
Proyek tol tersebut telah mangkrak sejak 2022 karena badan usaha jalan tol PT Jagat Kerti Bali mundur karena gagal memenuhi kebutuhan pembiayaan (financial close).
Padahal, investor tersebut telah membebaskan lahan 44,64 hektare dengan nilai investasi Rp 112,37 miliar. Tender ulang yang dilakukan awal 2024 juga menghasilkan keputusan calon investor PT Bangun Sarana Agung dinyatakan tidak layak.
Pemerintah sebelumnya telah mengubah status dukungan pembiayaan jalan tol dari 100 persen menjadi 10 persen. Bentuknya adalah dukungan konstruksi pada seksi Soka-Mengwi.
Tol Gilimanuk-Mengwi terbagi menjadi tiga seksi, yakni Seksi 1 Gilimanuk-Pekutatan sepanjang 53,6 kilometer, Seksi 2 Pekutatan-Soka sepanjang 24,3 kilometer, dan Seksi 3 Soka-Mengwi sepanjang 18,9 kilometer.
Tol Gilimanuk-Mengwi ditargetkan membantu mengurai kemacetan di Bali. Tol juga menyingkat waktu tempuh dari Pelabuhan Gilimanuk ke Denpasar yang saat ini mencapai 5-7 jam menjadi 1-2 jam.
Tol tersebut juga diharapkan membantu memeratakan pertumbuhan ekonomi yang selama ini menumpuk di Bali bagian selatan. ***
Editor : Ibnu Yunianto