DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Terduga pelaku penusukan Kadek Parwata di Denpasar, Bali, berhasil lolos dari penyekatan petugas Polres Jembrana di Pelabuhan Gilimanuk.
Terduga pelaku yang diketahui berinisial BP, 38 tahun, berhasil lolos dari penyekatan yang dilakukan Polres Jembrana dan Polsek Gilimanuk sejak Jumat pagi.
Terduga pelaku yang berprofesi sebagai pedagang ikan di Pulau Serangan ini diduga telah lolos menyeberang Pelabuhan Gilimanuk dan meninggalkan Pulau Bali.
Pria yang tercatat beralamat di Muncar, Banyuwangi, diduga melarikan diri setelah melakukan pembunuhan pada Kadek Parwata pada Kamis, 13 Februari 2025, dini hari.
Dugaan tersebut menguat karena sinyal selular yang dibawa pelaku terdeteksi telah berada di Jawa.
Aparat gabungan Polsek Kuta Utara, Polres Denpasar, dan Direskrimum Polda Bali langsung melakukan pengejaran terduga pelaku ke Jawa.
Aparat juga berkoordinasi dengan jajaran Polres Banyuwangi terkait kegiatan tim penyidik yang sedang melakukan perburuan di wilayahnya.
Meski demikian, Polda Jatim hingga Sabtu siang belum menerima permintaan dari Polda Bali untuk ikut memburu terduga pelaku pembunuhan Kadek Parwata.
"Kami (Polda Jatim) sampai dengan saat ini belum ada permintaan bantuan dari Polda Bali untuk mengejar pelaku pembunuhan terhadap Kadek Parwata," kata Direktur Reskrimum Polda Jatim Kombespol Farman pada Jawa Pos di Surabaya.
Meski demikian, Farman memastikan pihaknya akan membantu tim gabungan Polda Bali untuk ikut memburu terduga pelaku bila keberadaan terduga pelaku berada di wilayahnya. "Akan kami back-up apabila memang ada permintaan bantuan," tegas Farman.
Kasus pembunuhan Kadek Parwata, 31, terjadi di depan Toko Auna, Jalan Nangka Utara, Kelurahan Tonja, Denpasar Utara. Setelah belasan saksi dimintai keterangan, identitas pelaku langsung dikantongi, yakni inisial BP, 38, asal Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur.
Menurut saksi dan informasi yang diperoleh petugas, terduga pelaku kerap berkeliaran di Pulau Serangan, Denpasar, membeli ikan untuk keperluan jualan di pasar.
Kini tim gabungan Unit Reskrim Polsek Denpasar Utara, Satreskrim Polresta Denpasar, dan Ditreskrimum Polda Bali, telah menyeberang melakukan pengejaran ke daratan Jawa.
Nomor ponsel yang bersangkutan telah dikantongi tim gabungan. Dari pelacakan GPS, diketahui bahwa dia telah kabur. "Karena itu, tim gabungan telah nyebrang ke pulau jawa melakukan pengejaran," ungkap sumber Radar Bali.
Informasi yang beredar di media sosial yang mengabarkan terduga pelaku telah ditangkap pada Jumat siang adalah hoaks. "Kami tidak mengerti sumber berita diperoleh sejumlah medsos itu dari mana," ungkap sumber tersebut.
Aparat juga belum memastikan meski ciri-ciri pelaku mirip dengan pemilik akun tersebut @maspras086. Bahkan beberapa postingan, baik jaket, pisau, dan sarung tangan mirip dengan terekam dalam CCTV. "Baru dugaan saja, karena belum diamankan, sehingga tak bisa dipastikan," terangnya.
Seperti berita sebelumnya, ada dua kejadian berlangsung di depan Toko Auna, Jalan Nangka Utara, Kelurahan Tonja, Denpasar Utara, Kamis (13/2) sekitar pukul 01.30.
Dalam rekaman CCTV, pria bercadar ini menabrak kaki Made Darma Wisasa, 19, yang saat itu, baru saja parkir motor dan melangkah ke dalam warung.
Pelajar ini langsung dianiaya karena dituduh menyerempetnya di jalan.
Setelah dilerai oleh pemilik warung asal Sumenep yakni Ashuri, 39, pelaku dan pelajar ini pergi meninggalkan TKP. Tak berselang lama, pria misterius ini kembali ke warung.
Disusul Kadek Parwata, 31, dan temannya untuk berbelanja. Belum sempat masuk ke dalam warung, Parwata dan temannya dicaci maki.
Kadek Parwata melangkah dan mendekat ke pria tersebut untuk menanyakan maksud ucapannya.
Cekcok pun tak terhindarkan, hingga pelaku secara tiba-tiba mengeluarkan pisau dan menikamnya. ***
Editor : Ibnu Yunianto