Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Viral! Video Merokok Siswa SMKN 7 Denpasar Picu Kasus Bullying Pelajar di Bali, Tiga Pria Diamankan

Andre Sulla • Sabtu, 17 Mei 2025 | 10:18 WIB

 

VIRAL: Potongan video viral anak-anak merokok yang berujung bullying
VIRAL: Potongan video viral anak-anak merokok yang berujung bullying

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Publik digegerkan dengan adanya dugaan perundungan atau bullying terhadap pelajar berinisial AANDP, 16 tahun. Pelaku berjumlah tiga orang, yaitu SA, RE, dan INA. Keempat anak ini sama-sama sekolah di SMKN 7 Denpasar. Kasus tersebut telah dilakukan mediasi di Polresta Denpasar, Jumat (16/5).

Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi menerangkan, polisi menindaklanjuti masalah ini dengan melaksanakan mediasi. Agenda tersebut melibatkan Kepala Sekolah I Made Bajjegiarta, Kanit Binmas Polsek Denpasar Barat AKP I Wayan Budiartana, anggota Subdit 4 Ditreskrimum Polda Bali, para staf dan guru.

Dikatakan Jubir Polresta Denpasar, pihaknya telah menelusuri terkait video viral tersebut untuk mencari solusi agar dapat dituntaskan."Peristiwa itu terjadi di Jalan Mertasari, Banjar Mergaya, Desa Pemecutan Klod, Denpasar Barat, pada Kamis (15/5/2025)," tutur Sukadi, Jumat (16/5).

 

Peristiwa ini bermula setelah adanya pembinaan yang dilakukan oleh BK sekolah, yang menghadirkan beberapa siswa termasuk kedua belah pihak. "Dipicu rekaman video siswa yang merokok di toilet sekolah yang dilaporkan ke guru BK," kisahnya.

Setelah pembinaan beberapa siswa, baik korban dan pelaku resmi berdamai. Akan tetapi, mencuat tuduhan bahwa AANDP-lah yang menyebarkan video siswa merokok tersebut ke guru BK.

Pelaku INA mengaku merasa emosi atau dendam akibat video tersebut yang melibatkan dirinya. Dia mengajak AANDP untuk bertemu di tempat kejadian perkara (TKP), dengan tujuan untuk menanyakan mengapa mengirim video tersebut kepada guru BK.

 

AANDP yang merasa tidak melakukan hal tersebut pun membela diri, membantah tuduhan menyebarkan video tersebut. "Karena itu, pelaku INA menendang korban berulang kali.INA yang kepalang kesal juga melayangkan pukulan sebanyak dua kali," tambahnya.

Karena viral, pihaknya menyelidiki. Lalu dilakukan mediasi, AANDP dan para pelaku sudah berdamai. Para pelaku siap membiayai pengobatan. Bahkan, pihak sekolah sepakat mengambil keputusan untuk mengeluarkan satu pelaku, yaitu SA. Sebab, dia pindahan dari sekolah lain karena berulah.

Kepolisian berharap masalah ini tidak terjadi lagi di manapun. Berharap siswa menjaga nama baik sekolah, serta para orang tua agar bisa lebih menjaga anak-anaknya. "Sehingga tidak menimbulkan permasalahan," pungkasnya.***

Editor : M.Ridwan
#merokok #polsek denpasar barat #anak anak #smkn 7 denpasar #viral video