RADAR BALI - Proyek Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) yang merupakan ruas pamungkas dari jaringan Tol Trans Jawa terus dikebut pengerjaannya.
Proyek sepanjang 175,4 km ini menjadi salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang bertujuan meningkatkan konektivitas dan mempermudah mobilitas di Pulau Jawa.
Proyek ini dikelola oleh PT Jasamarga Probolinggo Banyuwangi (JPB) yang merupakan anak usaha dari PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
Progres Pembangunan Tahap I Probolinggo-Besuki
Pembangunan Tol Probowangi dibagi menjadi dua tahap.
Tahap I, yang membentang dari Probolinggo hingga Besuki sepanjang 49,68 km, ditargetkan rampung pada Februari 2026.
Hingga 3 Agustus 2025, progres pembebasan lahan untuk Tahap I telah mencapai 100%, sementara progres konstruksinya mencapai 86,43%.
Ruas Probolinggo-Besuki terbagi menjadi tiga paket pekerjaan konstruksi:
Paket 1: Gending-Kraksaan
Paket 2: Kraksaan-Paiton
Paket 3: Paiton-Besuki
Jika tidak ada kendala, segmen Gending-Paiton ditargetkan selesai pada 2025.
sedangkan segmen Paiton-Besuki ditargetkan rampung pada 2026.
Saat beroperasi, ruas Probolinggo-Besuki akan memangkas waktu tempuh dari semula sekitar 1 jam 15 menit menjadi hanya 30 menit.
Ruas ini akan dilengkapi dengan tiga gerbang tol (GT) di Kraksaan, Paiton, dan Situbondo Barat, serta tiga simpang susun (SS) di Kraksaan, Paiton, dan Besuki.
Proyek Pelebaran Jalan Situbondo-Bondowoso
Untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas setelah tol beroperasi, Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan pelebaran jalan di perbatasan Situbondo-Bondowoso.
Proyek ini diprioritaskan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan yang akan keluar dari pintu Tol Situbondo Barat.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan proyek pelebaran jalan ini merupakan wujud kesiapan Pemprov Jatim dalam mendukung Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti Tol Probowangi.
Proyek pelebaran jalan sepanjang 6,25 km ini dikerjakan sejak Juli 2025 dengan anggaran Rp11,779 miliar dari APBD Pemprov Jatim.
Hingga pekan ini, realisasi fisik proyek telah mencapai 34,88%, melampaui target yang ditetapkan.
Pelebaran ini meliputi penambahan badan jalan 1-2 meter, pembangunan bahu jalan dengan perkerasan beton, pembangunan dinding penahan tanah, serta rekondisi dan pengaspalan ulang jalan.
Secara keseluruhan, jika seluruh pembangunan Tol Probowangi rampung, waktu tempuh dari Surabaya ke Banyuwangi akan terpangkas drastis dari 7 jam menjadi hanya 3 jam.
Menurut Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantono, pembangunan tol ini adalah bagian dari upaya pemerintah untuk mewujudkan konektivitas merata di seluruh Indonesia.
"Infrastruktur ini diharapkan dapat memperlancar arus logistik, mobilitas masyarakat, sekaligus mendorong sektor pariwisata dan pertanian di kawasan Tapal Kuda," pungkasnya.***
Editor : Ibnu Yunianto