Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Misi Keliling Dunia, Hypergamy, Kapal Trimaran Milik Pesohor Inggris Singgah Perdana di Benoa Bali, Ini Keistimewaan dan Keunikannya

M.Ridwan • Senin, 1 Desember 2025 | 16:20 WIB
TAHAN OMBAK: Kapal jenis yacht Hypergamy milik pesohor Inggris saat baru merapat di pelabuhan Benoa Marina, Minggu siang 30 November 2025.
TAHAN OMBAK: Kapal jenis yacht Hypergamy milik pesohor Inggris saat baru merapat di pelabuhan Benoa Marina, Minggu siang 30 November 2025.

DENPASAR, – Sebuah momentum sejarah baru di Benoa Marina, Denpasar, terukir menyusul sandarnya Kapal Hypergamy di Pelabuhan Benoa Marina, Minggu (30/11/2025).

Meski kecil, ukuran 16,4 x 9 meter, Kapal mewah dan berawak terbatas ini bukan sembarang kapal.  Melainkan jenis trimaran atau kapal dengan tiga lambung .

Istimewanya, Kapal jenis Yach ini baru pertama berlabuh di dermaga Benoa sejak beroperasi tahun 2019.

Setelah menempuh perjalanan laut yang memakan waktu 10 hingga 12 hari dari Pelabuhan Biak, Papua, kapal asal Inggris ini akhirnya merapat di pelabuhan Benoa Marina.

Operasional Benoa Marina, Rey Andrew Handoko, menjelaskan, sejatihnya kapal ini akan sandar pada Jumat 28 November 2025, namun karena kendala cuaca di perjalanan maka baru sandar Minggu siang 30 November 2025.

”Semula jadwalnya tanggal 28 November 2025 sandarnya, karena cuaca mundur dua hari,” ujar Rey kepada awak media di tepi pelabuhan (30/11/2025).

Rey menekankan keistimewaan Kapal Hypergamy, khususnya pada desain lambungnya yang unik.

“Dari spek kapal, terasa sangat spesial karena lambungnya ada tiga. Kapal dengan desain seperti ini, ketika di laut akan lebih stabil dibanding yang lambung dua atau satu,” jelas Andrew.

Kapten Hypergamy, Audacity Pharos, yang memulai pelayaran dari Selandia Baru, juga menegaskan bahwa kapal tipe ini sangat spesial dan tidak biasa.

Selain stabil, Kapal Hypergamy juga unggul dalam hal efisiensi. Kapal ini dirancang untuk pelayaran jarak jauh dan lebih banyak memanfaatkan layar atau tenaga angin di laut lepas, menjadikannya lebih irit bahan bakar.

“Di laut lepas akan menggunakan layar dan bergerak full dengan menggunakan tenaga angin,” ungkap Fredy Yulius Prasetya, Operasional Manager Kokoba Marine Indonesia (KMI) yang menjadi agen kapal tersebut.

Penggunaan mesin sebagian besar hanya dilakukan saat manuver di area pelabuhan, menegaskan statusnya sebagai kapal layar global.

Baca Juga: Bali Resmi Punya Marina Yacht Premium Berstandar Internasional, Perkuat Posisi Destinasi Wisata Bahari

Kenyamanan selama pelayaran panjang juga menjadi fokus desain Hypergamy. Di dalamnya, Kompas.com diizinkan melihat fasilitas lengkap seperti ruang kerja, dapur, toilet, serta kamar tidur untuk kapten dan kru.

Yang paling unik, kamar kru dilengkapi dengan kaca di bagian bawah kapal yang memungkinkan mereka melihat ikan-ikan di laut secara langsung—sebuah fitur yang menambah pengalaman pelayaran.

Kapal Hypergamy memulai pelayaran global dari Auckland, Selandia Baru, lima bulan lalu, melewati Fiji, Vanuatu, Solomon, Papua New Guinea, dan Biak, Papua. Setelah bersandar di Bali hingga 7 Desember 2025, kapal berencana melanjutkan perjalanan ke Singapura.

Andrew berharap kunjungan trimaran pertama ini akan mengundang komunitas kapal trimaran lainnya datang ke Bali, yang pada gilirannya akan meramaikan pariwisata kapal asing di Indonesia. Hingga November 2025, Benoa Marina telah menerima 55 kapal asing.

Meskipun spesial, Andrew menegaskan bahwa biaya sandar (berlabuh) tidak dibedakan berdasarkan jumlah lambung, melainkan berdasarkan Gross Tonnage kapal, dengan estimasi biaya Rp 1 juta per hari.

Spesifikasi dan Fitur Kunci:

Editor : M.Ridwan
#kapal yacht #Benoa Marina #Kapal Hypergamy #pelabuhan benoa