Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tidak Laik Jalan, Kecelakaan Bus Cahaya Trans Tewaskan 16 Orang

Dhian Harnia Patrawati • Senin, 22 Desember 2025 | 19:36 WIB
MENUNGGU IDENTIFIKASI - Jenazah korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans di RS Kariadi, Semarang.
MENUNGGU IDENTIFIKASI - Jenazah korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans di RS Kariadi, Semarang.

RADAR BALI – Fakta mengejutkan terungkap dari hasil penyelidikan tragedi kecelakaan maut bus PO Cahaya Trans yang merenggut 16 nyawa di Simpang Susun Exit Tol Krapyak, Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Senin (22/12/2025) dini hari.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan bahwa armada tersebut berstatus tidak laik jalan sebelum kecelakaan terjadi.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan mengungkapkan bahwa bus dengan nomor polisi B 7201 IV tersebut memiliki rekam jejak administrasi yang bermasalah.

Berdasarkan pengecekan melalui aplikasi MitraDarat, bus tersebut tidak terdaftar sebagai angkutan pariwisata maupun Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP).

Lebih memprihatinkan lagi, hasil pemeriksaan fisik kendaraan (ramp check) yang dilakukan pada 9 Desember 2025, Kemenhub telah menyatakan bus tersebut Tidak Laik Jalan dan dilarang beroperasi.

Meski data BLU-e menunjukkan kendaraan terakhir melakukan uji berkala pada 3 Juli 2025, status larangan operasional pasca-ramp check seharusnya membuat bus tersebut tidak berada di jalan raya.

Kronologi: Kecepatan Tinggi dan Sopir Cadangan

Insiden tragis ini terjadi sekitar pukul 00.45 WIB. Bus yang mengangkut 34 orang tersebut sedang menempuh perjalanan dari Jatiasih di Bekasi menuju Yogyakarta.

Saat memasuki tikungan tajam di jalur penghubung Tol Krapyak, bus diduga melaju dalam kecepatan tinggi.

Pihak kepolisian menemukan fakta baru bahwa saat kejadian, bus tidak dikemudikan oleh sopir utama. "Setelah kita cek, ternyata driver kendaraan tersebut adalah driver cadangan," tegas Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ribut Hari Wibowo.

Hilangnya kendali saat menuruni simpang susun diduga kuat akibat kurangnya konsentrasi pengemudi serta kurang pemahaman terhadap medan jalan.

Bus menghantam pembatas jalan dengan keras hingga terguling ke sisi kiri, mengakibatkan kerusakan parah pada bagian samping dan belakang.

Kepolisian kini tengah mendalami potensi kelalaian manusia dalam kecelakaan tunggal ini.

Selain dugaan sopir mengantuk, petugas juga melakukan serangkaian tes kesehatan terhadap pengemudi cadangan tersebut.

"Sopirnya sedang kita tes untuk urine. Kita cek apakah yang bersangkutan menggunakan narkoba atau kandungan zat terlarang lainnya," ujar Irjen Ribut.

Data Korban dan Evakuasi

Tragedi ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga korban yang mayoritas berasal dari Boyolali, Klaten, dan Yogyakarta. Berikut adalah rincian dampak kecelakaan:

Total Penumpang: 34 Orang.

Korban Meninggal Dunia: 16 Orang.

Korban Luka: 18 Orang.

Lokasi Evakuasi: RSUP Dr. Kariadi, RS Tugu (RSUD dr. Adhyatma MPH), dan RS Columbia Asia.

Data Korban Selamat (19 Orang):

Gilang (L) – sopir
Jihan (P) – mengalami patah tulang
Rujianti (54/P) – Boyolali
Karnoto Bayat (30/L)
Aviz Ahmad (20/L) – Bogor
Robet (39/L) – Bogor (kernet)
Ardi
Endah – Prambanan
Ana
Naim (52) – Bumiayu
Rafi (19/L) – Ciputat
Parwono (57/L) – Wonogiri
Ahmad Purnomo (40/L) – Tawangsari, Kabupaten Semarang
Prismadika (32/L) – Klaten
Mr X – selamat
Mr X – selamat
Mrs X – selamat
Mr X – selamat
Mrs X – selamat

Seluruh korban tewas belum teridentifikasi. 

Kemenhub kini terus berkoordinasi dengan KNKT, Kepolisian, dan Jasa Marga untuk mengusut tuntas penyebab kecelakaan sekaligus memberikan peringatan keras kepada operator bus terkait pentingnya kelaikan jalan dan kesiapan awak kendaraan.***

Editor : Ibnu Yunianto
#kapolda jateng #PO Cahaya Trans #kemenhub #Tol Krapyak Semarang #semarang #laka lantas #kecelakaan #Cahaya Trans #tol semarang