TABANAN, Radar Bali.id – Kabupaten Tabanan mencatatkan prestasi gemilang dalam penanganan kesehatan anak. Setelah sempat merangkak naik ke angka 7,5 persen pada tahun 2024, prevalensi stunting di "Lumbung Beras" Bali ini merosot tajam menjadi 2,75 persen pada tahun 2025.
Intervensi Tepat Sasaran Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, dr. Ida Bagus Surya Wira Andi, mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan ini adalah intervensi yang langsung menusuk ke titik masalah di tingkat desa.
"Kami tidak lagi meratakan bantuan, tapi fokus pada desa prioritas. Kami kombinasikan antara penguatan gizi ibu hamil, promosi ASI eksklusif, hingga perbaikan sanitasi langsung melalui Posyandu," jelasnya, Senin (22/12/2025).
Menuju Target Zero Stunting meskipun angka 2,75 persen sudah jauh di bawah rata-rata nasional (di bawah 5%), dr. Surya menegaskan bahwa tugas belum usai. Bupati Tabanan telah mematok target ambisius: Zero Stunting.
Ke depan, Pemkab Tabanan akan mengalihkan strategi dari pendekatan umum ke pendekatan door-to-door berbasis keluarga. "Kami akan datangi rumah ke rumah. Tantangan sosial ekonomi dan pola asuh masih ada, tapi dengan semangat gotong royong, target zero stunting bukan hal mustahil," pungkasnya. [*]
Editor : Hari Puspita