Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Gelandang Jadi Kiper, Madura United vs PSIM Hujan Kartu Merah

Dhian Harnia Patrawati • Minggu, 11 Januari 2026 | 06:29 WIB
Fahreza Sudin dalam sesi konferensi pers usai mencetak dua gol ke gawang Madura United.
Fahreza Sudin dalam sesi konferensi pers usai mencetak dua gol ke gawang Madura United.

RADAR BALI – Harapan Madura United untuk merayakan hari ulang tahun ke-10 dengan kemenangan harus sirna. Menjamu PSIM Yogyakarta pada Sabtu (10/1/2026), tim berjuluk Laskar Sape Kerrab justru menelan kekalahan telak 0-3 dalam laga yang diwarnai drama kartu merah dan momen langka gelandang yang mendadak jadi kiper.

Madura United sebenarnya memulai laga dengan agresif. Menit ke-12, Taufany hampir membawa tuan rumah unggul, namun sepakan terukurnya ke tiang dekat masih mampu ditepis oleh kiper PSIM, Cahya Supriadi.

PSIM membalas di menit ke-27 melalui kerja sama apik Ze Valente dan Pulga Vidal yang diakhiri tembakan Nermin Haljeta. Beruntung bagi Madura, Miswar Saputra tampil sigap menggagalkan peluang emas tersebut.

Drama VAR dan Kartu Merah Pertama

Petaka bagi tuan rumah dimulai pada menit ke-44. Nur Diansyah melakukan pelanggaran keras dengan menginjak kaki Ezequiel Vidal.

Setelah melakukan peninjauan melalui Video Assistant Referee (VAR), wasit tanpa ragu mencabut kartu merah untuk Nur Diansyah. Bermain dengan 10 orang, Madura United berhasil menahan imbang 0-0 hingga turun minum.

Babak Kedua: Gol Dianulir dan Dominasi Laskar Mataram

Memasuki babak kedua, pemain pengganti Mario Balotelli sempat menggetarkan jala PSIM di menit ke-47. Namun, euforia pendukung tuan rumah terhenti setelah wasit menganulir gol tersebut karena posisi offside.

Kegagalan itu dimanfaatkan dengan baik oleh PSIM. Pada menit ke-56, Fahreza membuka keunggulan setelah menyambar bola rebound hasil tembakan Haljeta yang membentur mistar.

Hanya berselang dua menit, Franco Mingo memperlebar jarak menjadi 2-0 melalui tandukan maut memanfaatkan sepak pojok Ze Valente.

PSIM semakin menjauh di menit ke-63. Lagi-lagi Ze Valente menjadi kreator dengan umpan terobosan cerdik yang diselesaikan dengan tenang oleh Fahreza untuk mencetak brace.

Hujan Kartu Merah dan Gelandang Jadi Kiper

Laga semakin memanas di sisa waktu. Menit ke-73, giliran kapten PSIM, Franco Mingo, yang diusir wasit setelah melanggar Balotelli. Meski sempat diprotes pemain PSIM, keputusan wasit tetap bulat.

Drama memuncak pada masa injury time. Kiper Madura United, Miswar Saputra, melakukan kesalahan fatal dengan menangkap bola di luar kotak penalti.

Wasit pun mengeluarkan kartu merah kedua untuk tuan rumah. Karena jatah pergantian pemain telah habis atau strategi tertentu, gelandang Kerim Palic terpaksa mengenakan sarung tangan dan menjadi kiper dadakan.

Meski sempat ada kekhawatiran, Palic berhasil menjaga gawangnya tidak kebobolan lebih banyak hingga peluit panjang berbunyi.

Posisi Klasemen Sementara

Kekalahan di hari jadi ini membuat Madura United tertahan di peringkat ke-13 klasemen Super League dengan 17 poin. Sebaliknya, tambahan tiga poin membawa Laskar Mataram merangkak naik ke peringkat keenam dengan koleksi 30 poin dari 17 pertandingan.

Skor akhir Madura United: 0

PSIM Yogyakarta: 3 (Fahreza 56', 63'; Franco Mingo 58')

Editor : Ibnu Yunianto
#psim yogyakarta #madura united #Super League #Madura United vs PSIM