SINGARAJA, Radar Bali.id – Insiden ketersinggungan akibat suara knalpot motor di Desa Tigawasa, Kecamatan Banjar, rupanya berpotensi berakhir di meja hijau.
Kedua belah pihak yang terlibat dalam keributan pada Jumat (9/1/2026) malam lalu kini resmi saling lapor ke pihak kepolisian dengan klaim masing-masing sebagai korban penganiayaan.
Laporan pertama dilayangkan oleh I Made Martawan,29. Ia mengaku dipukul di bagian wajah hingga terluka setelah sempat cekcok dengan warga saat hendak mengangkat motornya yang terjatuh.
Martawan berdalih suara "geberan" motor tersebut terjadi secara tidak sengaja saat ia berusaha menghidupkan kendaraannya yang jatuh akibat jalan licin.
Di sisi lain, I Made Punayasa juga melapor ke Polsek Banjar terkait dugaan pengeroyokan. Punayasa mengklaim dirinya justru menjadi korban serangan oleh sekelompok orang setelah ia menegur aksi "geber" motor di depan rumahnya yang mengganggu ketenangan.
Nah, akibat kejadian itu, Punayasa mengalami luka di dahi dan cakaran di bagian perut.
Kasi Humas Polres Buleleng, IPTU Yohana Rosalin Diaz, menyatakan pihaknya tengah mendalami kedua laporan tersebut secara objektif. "Penyidik sedang memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan alat bukti untuk mengungkap fakta sebenarnya. Kami imbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing emosi," tandasnya.[*]
Editor : Hari Puspita