AMLAPURA, radarbali.jawapos.com - Menjawab tantangan lingkungan, Gus Par melakukan langkah progresif dengan meninggalkan metode pembakaran sampah (insinerator) dan beralih ke teknologi Mesin Gibrig dan Teba Modern.
Karangasem kini menjadi pionir dalam mengolah residu plastik menjadi bahan campuran aspal dan paving block.
Selain itu, Optimalisasi TPA dilakukan melalui proses pengayakan sampah untuk menghasilkan tanah urug dan kompos, yang bertujuan mereduksi volume tumpukan lama sehingga lahan dapat kembali menampung residu hasil pengolahan serta pencacahan sampah baru secara berkelanjutan.
Pemerintah juga menyediakan armada angkut sampah, kontainer, hingga mesin pengolah sampah guna mendukung pengelolaan lingkungan berkelanjutan.
Sementara itu, penanganan berbagai kejadian bencana seperti banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan dilakukan secara cepat dan terkoordinasi, disertai penguatan sarana prasarana kebencanaan.
Pemerintah daerah menangani 10 kejadian banjir, 62 kejadian tanah longsor, serta 31 kejadian kebakaran hutan dan lahan secara responsif, disertai penguatan sarana pendukung kebencanaan.
Salah satu bukti kesigapan ditunjukan pada 23 Desember 2025, Bupati Gus Par menyalurkan Bantuan Tidak Terencana (BTT) senilai Rp335,1 juta kepada warga terdampak bencana.
Proses birokrasi yang sebelumnya memakan waktu hingga empat bulan kini dipangkas menjadi maksimal tiga minggu, sebagai wujud nyata kehadiran negara saat masyarakat membutuhkan.
Editor : Rosihan Anwar