AMLAPURA, Radarbali.id – Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Dirjen Bimas) Hindu Kementerian Agama RI, I Nengah Duija, melakukan kunjungan ke STKIP Agama Hindu Amlapura pada Jumat (27/2/2026). Dalam kunjungan tersebut, ia menyempatkan diri untuk memberikan kuliah tamu di hadapan ratusan mahasiswa STKIP Agama Hindu Amlapura.
Dalam kuliah tersebut, ia menekankan agar mahasiswa tekun dalam menimba ilmu. Terlebih dengan kehadiran kampus STKIP Agama Hindu di Karangasem bisa memudahkan masyarakat Karangasem mengakses pendidikan perguruan tinggi ketimbang ke Denpasar.
”Terlebih STKIP Agama Hindu Amlapura ini kami dorong menjadi universitas. Satu-satunya perguruan tinggi level universitas yang diperlukan di Karangasem,” ujarnya ditemui di sela-sela kunjungan.
Dalam kuliah tamu itu, Duija memberikan pandangan kepada mahasiswa, menghilangkan image, bahwa kuliah di STKIP Agama Hindu hanya semata bicara menjadi pemangku, sarati banten, dan sebagainya. Menurutnya, ilmu yang dipelajari di STKIP Agama Hindu Amlapura ini jauh dari sekadar agama Hindu.
”Bagaimana ketika lulus nanti, tak hanya mumpuni dalam bidang ilmu, namun juga memiliki karakter dan ketrampilan dalam bidang agama. Ini sebenarnya core kami, supaya agama Hindu tidak lepas dari intelektual yanh dibangun oleh kampus,” jelasnya.
Duija berharap, progres yang dicapai STKIP Agama Hindu Amlapura ini terus meningkat dari sebelumnya. Terlebih, kampus ini menunjukkan capaian yang positif.
”Kampus ini merupakan salah satu kampus binaan Dirjen Bimas Hindu. Kami berikan dukungan sapras dan gedung termasuk dua bangunan kelas yang baru-baru ini. Dari progresnya sudah cukup bagus dan menjadi lembaga pendidikan yang diharapkan di masa depan,” terang Duija.
Ke depan, pihaknya berharap, STKIP Agama Hindu Amlapura mendapat sokongan berupa anggaran atau aspek lainnya dari Pemkab Karangasem maupun Provinsi Bali. Kampus ini, kata dia, banyak mencetak SDM unggul yang telah bekerja di sektor pemerintahan.
”Ini artinya kita tidak bisa menutup mata, bahwa teman-teman di sini telah melakukan darma baktinya untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua STKIP Agama Hindu Amlapura, I Komang Badra, mengucapkan banyak terima kasih atas kunjungan Dirjen Bimas Hindu ke kampus yang diampunya itu. Selama ini dukungan dari Dirjen Bimas Hindu terus mengalir.
”Kami saat ini tengah berproses menjadi universitas. Tentu bantuan berupa sapras dan lainnya sangat diperlukan,” ucapnya.
Saat ini, di STKIP Agama Hindu Amlapura sendiri sudah membuka program layanan yandya. Meliputi hal pernikahan, otonan, bayuh oton dan lainnya. Dia berharap, melalui program tersebut, masyarakat yang kurang mampu bisa melakukan yadnya tanpa mengurangi esensi dari yandnya itu sendiri. ”Kami juga akan berikan penjelasan tentang makna-makna yadnya itu, sehingga mereka juga mendapat manfaat pengetahuan,” sebutnya.
Saat ini, STKIP Agama Hindu memiliki jumlah mahasiswa yang mencapai 1.013 orang. STKIP Agama Hindu Amlapura sendiri memiliki berbagai jurusan. Seperti S1 Pendidikan Agama Hindu, S1 Pendidikan Bahasa Bali, S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar, S1 Pendidikan Bahasa Inggris dan S2 Pendidikan Agama Hindu. ***
Editor : Maulana Sandijaya