TABANAN, Radarbali.id – 100 anak yatim piatu, kaum duafa, dan santri berkumpul di Masjid Rindam IX/Udayana, Kediri, Tabanan, Bali, Minggu (1/3/2026). Mereka menghadiri acara Kasih Ramadan (Kasdan) 15.0. Mengangkat tema Berbagi Bahagia Meraih Pahala, acara ini menandai babak baru perjalanan safari kemanusiaan di Pulau Dewata.
Sejumlah kuis dan game sebelum berbuka bersama membuat suasana semakin hangat. Acara disambung tausiah yang diisi Ketua Baznas Tabanan, Ustaz H. Ahmad Nur Halim. ”Kami berharap nantinya acara akan semakin besar dan peserta yang ikut bisa berlipat ganda di tahun-tahun depannya,” ujar Koordinator Kasih Ramadan wilayah Tabanan, Imam Munawir.
Pria asal Klaten, Jawa Tengah, itu menyebut konsep penyelenggaraan tahun ini mengalami perubahan signifikan dibandingkan dengan pelaksanaan sebelumnya. Panitia memutuskan untuk melakukan tur ke beberapa kabupaten di Bali setelah biasanya hanya memusatkan seluruh rangkaian acara di Kota Denpasar saja. Perubahan strategi ini bertujuan agar syiar kebajikan dapat menyentuh lebih banyak lapisan masyarakat di berbagai daerah di Bali.
Penyelenggaraan di Tabanan kali ini melibatkan anak-anak dari latar belakang yayasan yang berbeda untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama. Panitia mengemas acara dengan berbagai kegiatan edukatif yang menarik agar peserta merasa terhibur sekaligus mendapatkan ilmu agama yang bermanfaat. Semangat toleransi dan gotong royong menjadi fondasi utama dalam setiap langkah untuk berbagai di bulan suci hingga menuju hari Kemenangan.
”Harapan kami adalah pertumbuhan jumlah peserta yang ikut serta bisa meningkat berkali lipat pada penyelenggaraan periode yang akan datang,” pungkas Munawir.
Setelah menuntaskan agenda di Tabanan, rombongan panitia Kasdan 2026 akan melanjutkan perjalanan menuju Kabupaten Gianyar serta Klungkung secara beruntun. Para relawan juga menjadwalkan kunjungan ke Karangasem, sebelum akhirnya menggelar acara puncak di Denpasar pada pertengahan Maret ini.
”Kami ingin memastikan bahwa setiap donasi yang terkumpul dapat tersalurkan secara merata kepada anak-anak yang benar-benar membutuhkan bantuan,” kata Ketua Panitia Kasdan 2026, Dafiq.
Sebanyak 28 donatur telah memberikan dukungan finansial maupun logistik demi kelancaran agenda pembukaan di markas militer tersebut. Jumlah penyumbang tersebut diprediksi akan terus bertambah seiring dengan meningkatnya antusiasme masyarakat yang ingin ikut berpartisipasi dalam aksi nyata. Panitia tetap membuka pintu bagi siapa saja yang ingin menyisihkan sebagian harta mereka untuk mendukung biaya pendidikan serta keperluan harian anak yatim. ”Dukungan para donatur merupakan tulang punggung utama yang memungkinkan kegiatan berskala besar ini dapat terlaksana secara rutin setiap tahun,” ucap Dafiq. ***
Editor : Maulana Sandijaya