GIANYAR, radarbali.id - Pelebon Ida Bhagawan Blebar Gianyar berlangsung pada Sabtu (7/3/2026). Layon dinaikkan ke Padmasari kemudian diiringi oleh lembu putih dan naga banda menuju setra. Saat upacara ini digelar, Bupati Gianyar Made Mahayastra menggelar apel persada sebagai penghormatan terakhir atas dedikasi Ida Bhagawan semasa walaka menjabat Bupati Gianyar.
Koordinator Karya Palebon, Anak Agung Alit Asmara menjelaskan, tingkatan upacara yang diambil adalah Utamaning Utama. "Hasil diskusi semeton puri semuanya, karena Ida Begawan Blibar warih Ida Bhatara Manggis yang terkumpul dalam pasemetonan Manggis Kuning, maka diputuskan mengambil upacara tingkatan utama atau Utamaning Utama berisikan Nagabanda," ujarnya.
Menurutnya, dalam konsep Dwijati, kedudukan almarhum sebagai sulinggih sekaligus pernah menjadi pemimpin daerah dan penglisir Puri menjadi dasar penggunaan sarana tersebut. "Dalam konsep Dwijati, Ida Begawan Blibar sebagai warih Puri Gianyar pernah sebagai pemimpin, maka palebon tanggal 7 Maret 2026 berisikan sarana Nagabanda. Ini sebagai wujud tanggung jawab," kata Anak Agung Alit Asmara.
Prosesi palebon kali ini tidak menggunakan bade sebagaimana lazimnya upacara ngaben bagi griya atau puri, melainkan Padma Sari, Lembu Putih, serta Nagabanda. Keputusan tersebut berkaitan dengan status almarhum yang telah madwijati dan menjadi sulinggih. "Proses palebon beliau sedikit berbeda karena beliau juga Rsi, sehingga sarana upacara tidak menggunakan bade, tetapi padma sari, lembu putih, serta Nagabanda," jelasnya.
Kepergian Ida Bhagawan ini pun dihadiri sejumlah tokoh nasional. Antara lain Megawati Soekarno Putri, Prananda Prabowo. Tokoh Puri Agung Satria, dari Cok Ratmadi, Anak Agung Puspayoga-Bintang Puspayoga turut melayat.
Editor : Ida Bagus Indra Prasetia