SINGARAJA,Radar Bali.id– Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Buleleng pada Jumat ,(6/3/2026) petang menyisakan duka mendalam. Meluapnya Tukad Mendaung di Kecamatan Banjar memicu banjir bandang yang menyeret empat warga setempat hingga tewas.
Keempat korban teridentifikasi sebagai Dewa Ketut Adi Suarjaya,55, asal Desa Banjar, serta satu keluarga asal Desa Banjar Dinas Ambengan yang terdiri dari Komang Suci ,44, Putu Wini,17, dan Kadek Wahyu Gunawan,12.
Dewa Ketut Adi Suarjaya menjadi korban pertama yang ditemukan pada Jumat malam sekitar pukul 23.00 WITA. Korban diketahui terseret arus saat mencoba menyelamatkan mobilnya.
"Warga sempat melihat korban keluar dari mobil dan meraih pohon kopi. Namun nahas, ia dihantam pohon besar yang terbawa arus," terang Kadek Donny Indrawan, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Buleleng.
Pencarian berlanjut hingga Sabtu (7/3). Warga menemukan jenazah Komang Suci sekitar pukul 13.56 WITA tertimbun material kayu, sejauh 1,5 kilometer dari titik awal. Saksi mata, Ida Ayu Sulasmini (59), mengaku melihat kaki korban menyembul di antara tumpukan kayu saat ia sedang membuang sampah.
Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, menyatakan bahwa saat ini terdapat 253 KK di Desa Banjar yang terdampak parah. Meski kerusakan meluas hingga ke Kecamatan Sukasada, Seririt, Busungbiu, dan Kubutambahan, Pemkab belum menetapkan status Darurat Bencana.
"Penetapan status tinggal menunggu kajian agar tidak grusa-grusu. Namun, respons di lapangan tetap standar tanggap darurat, mulai dari pembersihan hingga pencarian korban," tegas Bupati Sutjidra.[*]
Editor : Hari Puspita