Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Badah! Ternyata Tak Cukup Seharian untuk Membersihkan Sampah Pemudik Macet Horor Seberat 2,5 Ton di Jalan Nasional!

Muhammad Basir • Kamis, 26 Maret 2026 | 08:42 WIB

TAK CUKUP SEHARIAN: Aksi kerja bakti Bersih-bersih sampah di Jalan Denpasar- Gilimanuk, Kelurahan Gilimanuk. (Foto : Lurah Gilimanuk untuk Radra Bali)
TAK CUKUP SEHARIAN: Aksi kerja bakti Bersih-bersih sampah di Jalan Denpasar- Gilimanuk, Kelurahan Gilimanuk. (Foto : Lurah Gilimanuk untuk Radra Bali)

Krodit dan macet horor lebih dari 24 jam arus mudik liburan Nyepi dan Lebaran 2026 menyisakan tantangan lingkungan di pintu masuk Pulau Dewata. Sepanjang jalur utama Kelurahan Gilimanuk hingga Kecamatan Melaya sempat  gunungan sampah plastik sisa perjalan pemudik menyebar di sana-sini. Tak cukup seharian membersihkannya

INI memang memerlukan kerja bakti bersama untuk menuntaskan. Menanggapi hal tersebut, otoritas setempat langsung bergerak cepat melakukan pembersihan besar-besaran.

Aksi kerja bakti yang digelar secara bertahap ini menyisir area vital jalan raya nasional, mulai dari depan Pura Dalem hingga kawasan Pasar Umum Gilimanuk pada Rabu (25/3/2026).

Volume Sampah Fantastis dalam Dua Hari

Lurah Gilimanuk, Ida Bagus Tony Wirahadikusuma, yang memimpin langsung aksi ini mengungkapkan bahwa kepadatan arus mudik selama enam hari berturut-turut berdampak langsung pada lonjakan volume sampah.

Data pembersihan menunjukkan angka yang cukup mengejutkan:

Total 2,5 ton sampah plastik ini baru mencakup sebagian kecil dari jalur utama, belum menyentuh sisi timur jalan dan kawasan hutan.

“Gilimanuk adalah wajah Bali di pintu barat. Menjaga kebersihan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga semua pihak,” tegas Tony di sela-sela kegiatan yang melibatkan staf kelurahan, kepala lingkungan, hingga personel Linmas tersebut.

Kendala Pembersihan di Kawasan Hutan

Meski jalur protokol mulai berangsur bersih, tantangan masih tersisa di area hijau. Pembersihan di wilayah hutan yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Bali Barat (TNBB) belum bisa dilakukan secara maksimal.

“Untuk pembersihan di dalam kawasan hutan, kami masih menunggu koordinasi lebih lanjut dari pihak TNBB dan KPH Bali Barat,” tambah Tony. Seluruh sampah yang telah terkumpul saat ini diangkut menggunakan motor roda tiga menuju TPS, sebelum akhirnya dibawa truk menuju TPA Peh.

Kecamatan Melaya Turut Sterilkan Jalur Utama

Dampak sampah mudik tidak hanya dirasakan di Gilimanuk. Camat Melaya, I Putu Gde Oka Santhika, juga turun tangan membersihkan pinggiran jalan nasional di wilayahnya, termasuk di sekitar GOR Melaya yang sempat mengalami kemacetan panjang saat arus mudik.

"Pembersihan pasca-mudik ini sangat penting karena banyak sampah yang terbuang di sepanjang jalanan selama kemacetan kemarin," ujar Oka Santhika. Dari aksi tersebut, puluhan hingga ratusan kilogram sampah berhasil diamankan dari bahu jalan.

Pemerintah setempat terus mengimbau masyarakat dan pengguna jalan agar lebih tertib dalam membuang sampah, demi menjaga kenyamanan dan citra Bali sebagai destinasi wisata dunia.[*]

Editor : Hari Puspita
#Gilimanuk - Jembrana #Mudik 2026 #jembrana #liburan nyepi #macet horor #Liburan Lebaran 2026 #sampah