Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bale Banjar Jadi Pusat Kegiatan Kreatif, Dari Kriya, Musik hingga Film

Yoyo Raharyo • Selasa, 22 Februari 2022 | 18:45 WIB
bale-banjar-jadi-pusat-kegiatan-kreatif-dari-kriya-musik-hingga-film
bale-banjar-jadi-pusat-kegiatan-kreatif-dari-kriya-musik-hingga-film

Lazimnya bale banjar menjadi pusat kegiatan sosial dan budaya. Warga akan datang ke bale banjar tatkala ada paruman. Maupun saat muda-mudi berlatih megamel atau menari. Tapi di Banjar Dinas Kelod Kauh, Desa Panji, bale banjar disulap menjadi pusat kegiatan kreatif bagi seluruh masyarakat.



EKA PRASETYA, Singaraja


 


KETUT Ngurah Alit Marutha, 54, sibuk memegang ponselnya. Ia merekam aktivitas anak-anak asuhnya di Sanggar Panji Me Sure Act. Anak-anak itu tengah mengulas beberapa stand UMKM yang melakukan pameran di Bale Banjar Kelod Kauh.



Sore itu, Alit Marutha kebagian tugas sebagai videographer. Hanya berbekal ponsel, ia merekam seluruh aktivitas itu. Nantinya video yang direkam akan melalui proses editing. Rencananya video itu akan menjadi bagian dari vlog (video blog) sanggar.



“Anak-anak masih belajar buat vlog. Saya yang tua ini ya harus ngemong saja. Selama tujuannya positif, harus siap mendukung,” kata Alit yang juga Ketua Sanggar Panji Me Sure Act itu.



Sanggar ini hanya salah satu bagian dari Komunitas Kelod Kauh Kreatif. Masih ada beberapa komunitas serta puluhan pemuda lain yang bergiat di komunitas tersebut.



Kelian Banjar Dinas Kelod Kauh, Nyoman Marsa Jaya juga menjadi bagian dari komunitas ini. Marsa kerap membuat vlog yang terkait dengan Desa Panji. Hanya berbekal sebuah ponsel dan tongsis (tongkat narsis), dia menelisik pelosok-pelosok desa. Lalu mengubahnya menjadi sebuah catatan perjalanan lewat media audio visual.



Pelan namun pasti, kegiatan kreatif semakin tumbuh. Sejak Desember 2021 lalu, Banjar Dinas Kelod Kauh ditetapkan sebagai salah satu Banjar Creative Space di Bali. Suntikan dana dari pihak ketiga mengalir.



Dana itu kemudian digunakan melengkapi beberapa kebutuhan kreatif. Seperti kamera mirrorless serta laptop.



Tak hanya pendanaan, sejumlah program peningkatan sumber daya manusia (SDM) juga muncul. Saat ini Bali Initiative Hub (Bithub) memberikan workshop rutin pada pemuda-pemuda di Banjar Dinas Kelod Kauh.



Ketua Komunitas Kelod Kauh Kreatif, Putu Agus Hermawan mengatakan, selama ini kegiatan kreatif sebenarnya sudah tumbuh di Banjar Dinas Kelod Kauh.



Dari 17 sub sektor ekonomi kreatif, setidaknya ada 8 sub sektor yang intens bergerak di tingkat banjar. Di antaranya kriya, musik, seni rupa, kuliner, fotografi, desain komunikasi visual, seni pertunjukan, serta film, animasi, dan video.



“Semua ini sebenarnya sudah ada. Hanya masih bergerak sendiri-sendiri. Kami lewat komunitas kreatif berusaha mewadahi. Supaya sub sektor ekonomi kreatif ini bisa berkolaborasi. Sehingga bisa saling mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif,” katanya.



Kini bale banjar pun disulap menjadi pusat kegiatan kreatif. Bale banjar dilengkapi akses internet dengan kecepatan 20 Mbps. Fasilitas itu dapat diakses siapa saja. Baik itu untuk kepentingan mengakses informasi, melihat tutorial, mengunggah vlog di media sosial, hingga melakukan pemasaran digital.



“Kami sepakat mengoptimalkan bale banjar sebagai penghubung pegiat ekonomi kreatif. Selain untuk kegiatan adat dan budaya, kami juga ingin gunakan sebagai pusat kegiatan kreatif. Utamanya kalangan muda. Misalnya saat sekaa truna kumpul, bisa sekalian bahas ide-ide kreatif untuk kemajuan banjar,” ungkap Agus.



Sementara itu Chief Operating Officer (COO) Bithub, Made Artana mengungkapkan, pihaknya akan memberikan pendampingan dalam pengembangan SDM. Pihaknya telah menyiapkan 24 kali pertemuan untuk kegiatan workshop. Di antaranya untuk pendampingan produk, digital marketing, serta content creative.



“Kami ingin mendorong ekonomi kreatif yang berbasis di banjar ini bisa jadi penunjang pariwisata. Misalnya orang jalan-jalan ke Panji, sekalian mencicipi kuliner atau membeli produk kreatif. Apalagi sekarang Desa Panji punya banyak produk. Kami ingin dari banjar creative space ini bisa meningkatkan lagi kualitas dan daya saing produk,” ujar Artana.

Editor : Yoyo Raharyo
#desa panji