Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Rombongan Pengantin Tewas usai Tabrak Pikap di Munduk Buleleng

Yoyo Raharyo • Sabtu, 12 Maret 2022 | 04:15 WIB
rombongan-pengantin-tewas-usai-tabrak-pikap-di-munduk-buleleng
rombongan-pengantin-tewas-usai-tabrak-pikap-di-munduk-buleleng

SINGARAJA – Kecelakaan maut terjadi di ruas Jalan Raya Wanagiri-Banyuatis, persisnya di wilayah Desa Munduk, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali. Seorang pengendara sepeda motor dalam iringan rombongan pengantin, Ketut Sumpena, 51, tewas setelah menabrak mobil pikap, kemudian dihantam mobil Toyota Avanza.


 


Kecelakaan tersebut terjadi pada Jumat (11/3) pukul 12.00 siang di KM 28 Jalan Raya Singaraja-Munduk. Peristiwa itu melibatkan sepeda motor DK 4327 FAS dengan sebuah mobil pikap dan sebuah mobil Avanza yang tak diketahui identitasnya.


 


Peristiwa kecelakaan tersebut bermula saat pengemudi sepeda motor DK 4327 FAS, Ketut Sumpena, 51, membonceng Gede Ardana, mengikuti rombongan pengantin. Rombongan disebut berangkat dari Desa Adat Sangket menuju Desa Munduk. Keduanya asal Lingkungan Sangket, Sukasada.


 


Saat memasuki wilayah Banjar Dinas Taman, Desa Munduk, tiba-tiba rem sepeda motor DK 4327 FAS blong. Motor sempat menabrak mobil pikap yang ada di depannya.


 


Setelah menabrak mobil pikap, sepeda motor oleng ke kanan. Sementara dari arah berlawanan muncul mobil Toyota Avanza yang tak diketahui identitasnya.


 


Sepeda motor itu kembali menyenggol bagian belakang mobil. Setelah menyenggol mobil Avanza, pengemudi dan pengendara sepeda motor terbanting ke jalan raya.


 


Rombongan pun langsung menghentikan iring-iringan. Mereka bergegas mengevakuasi korban ke RS Santi Graha Seririt.


 


Namun saat sampai di rumah sakit, Ketut Sumpena dinyatakan telah meninggal dunia. Sementara Gede Ardana langsung dirujuk ke RSUD Buleleng karena mengalami cedera kepala berat.


 


Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya mengatakan, kecelakaan dipicu sepeda motor yang tidak laik jalan.


 


“Sepeda motor itu dalam kondisi blong. Sehingga memicu kecelakaan lalu lintas. Dalam peristiwa ini ada satu orang meninggal dunia, dan seorang lagi luka berat,” kata Sumarjaya.

Editor : Yoyo Raharyo
#lakalantas #sangket