Camat Tejakula Gede Suyasa mengungkapkan, mendiang jatuh sakit karena penyakit jantung pada Sabtu (1/10) lalu. Keluarga langsung melarikan Sadu ke rumah sakit. Setelah dirawat selama dua hari, Sadu menghembuskan nafas terakhir.
“Memang informasinya punya hipertensi. Tapi selama ini, sepengetahuan saya memang almarhum tidak pernah sakit serius apalagi sampai masuk rumah sakit,” ujarnya.
Menurutnya Suyasa masih terlihat sehat pada Jumat (1/10) lalu. Ia sempat bertemu dengan mendiang Sadu Adnyana dalam sebuah acara pernikahan di Bondalem. “Waktu itu ada acara pernikahan. Masih sehat walafiat. Seperti biasa bercanda dengan almarhum. Beliau kan memang humoris orangnya,” cerita Suyasa.
Lebih lanjut Suyasa mengatakan, pihaknya telah bertemu dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bondalem dan perangkat desa setempat. Pihak kecamatan telah menunjuk seorang staf pada Seksi Pemerintahan Kantor Camat Tejakula, Gede Ardipa, sebagai penjabat perbekel. Ia akan bertugas hingga 2023 mendatang, hingga proses pemilihan perbekel serentak dilaksanakan. (eps)
Editor : Donny Tabelak