Data pada Dinas Pariwisata Buleleng menunjukkan, pada tahun 2021 angka kunjungan hanya mencapai 224.409 orang wisatawan. Sementara pada tahun 2022, angka kunjungan melonjak tinggi menjadi 721.116 orang wisatawan.
Istimewanya lagi, angka kunjungan itu justru dimotori wisatawan domestik (wisdom). Tercatat ada 596.640 orang wisatawan domestik yang melancong ke Buleleng. Sementara wisatawan mancanegara hanya sebanyak 124.476 orang.
Kepala Dinas Pariwisata Buleleng Gede Dody Sukma Oktiva Askara mengatakan, angka itu memang melonjak tajam bila dibandingkan tahun lalu. Sebab tahun lalu aktivitas sosial masyarakat penuh dengan pembatasan. Sehingga berdampak pula terhadap kunjungan wisatawan.
Sementara tahun ini interaksi masyarakat jauh lebih longgar. “Akhirnya yang berwisata juga banyak yang masuk ke Buleleng. Jadi pariwisata kita jauh lebih bergairah. Karena tingkat kunjungan sudah mulai menanjak,” kata Dody.
Ia menyatakan Dispar Buleleng kini masih fokus melakukan promosi pada pasar wisatawan domestik. Alasannya, wisatawan mancanegara belum cukup potensial. Wisatawan mancanegara masih berusaha memulihkan kondisi ekonomi mereka pasca terdampak pandemi covid-19. Selain itu kondisi global yang mengalami krisis juga diperkirakan memberi dampak.
Sementara wisatawan domestik, dianggap lebih berpeluang. Karena kondisi ekonomi di Indonesia secara umum mulai pulih. Selain itu krisis global juga diyakini tak terlalu berdampak di Indonesia.“Tingkat belanja wisatawan domestik juga lebih besar. Jadi domestik itu selain berkunjung, angka belanja oleh-olehnya juga besar,” ujarnya.
Meski mulai pulih, ia menyebut tingkat kunjungan wisatawan di Buleleng sebenarnya relatif rendah. Buleleng kini ada di peringkat ketujuh. Hanya dua strip di atas Jembrana dan Klungkung. Sebaliknya kunjungan wisatawan di Kabupaten Tabanan justru berada di peringkat kedua.
“Kami sedang pelajari strateginya. Padahal kan jarak Danau Beratan dengan Buleleng itu tidak terlalu jauh. Kami ingin tingkat kunjungan juga bisa naik dan berdampak langsung pada masyarakat,” demikian Dody. (eps) Editor : Donny Tabelak