Peristiwa itu bermula saat korban dan teman-temannya pulang sekolah. Karena kondisi tengah hujan, saluran drainase pun dalam kondisi penuh air. Dalam perjalanan pulang, korban sempat berhenti di saluran drainase yang terletak di wilayah Banjar Dinas Pasar.
Korban kemudian membasuh kakinya di selokan. Tak disangka ia terpeleset dan tercebur di saluran drainase tersebut. Korban pun langsung terseret air karena arus yang mengalir di saluran drainase cukup kencang.
Rekan-rekan korban yang melihat kejadian tersebut pun bergegas menyampaikan peristiwa itu kepada warga sekitar. Mereka juga melaporkan hal itu pada orang tua korban.
Mendengar ada warga yang hanyut, warga bergegas melakukan pencarian. Korban akhirnya ditemukan di daerah genangan Danau Buyan. Sekitar satu kilometer dari lokasi korban tercebur. Saat ditemukan, korban sudah tidak bernafas. Tim medis di Puskesmas Sukasada II, menyatakan korban telah meninggal dunia.
Perbekel Pancasari Wayan Komiarsa mengatakan, saluran drainase tersebut memang cukup dalam. Saat turun hujan, ketinggian air bisa mencapai 1,5 meter. Diduga korban terpeleset dan langsung terseret arus.
“Kami begitu dapat informasi itu langsung melakukan pencarian. Warga dan aparat desa itu cari semua. Di sepanjang saluran drainase dicari, ada juga yang cari di danau. Karena saluran drainase itu muaranya kan di danau. Akhirnya ditemukan di danau,” ujar Komiarsa.
Saat jenazah korban ditemukan di muara danau, ayah korban yang ikut melakukan pencarian pun dibuat histeris. Sebab putranya ditemukan dalam kondisi lemas dan tidak bernyawa. Jenazah sempat dibawa ke Puskesmas Sukasada II untuk menjalani visum, selanjutnya jenazah korban dibawa ke rumah duka.
Sementara itu Kapolsek Sukasada Kompol Made Agus Dwi Wirawan mengungkapkan, korban dilaporkan tenggelam pada pukul 12.30 siang. Korban akhirnya ditemukan pada pukul 13.15 siang. Dari keterangan sejumlah saksi, kondisi saluran drainase saat itu dalam kondisi penuh.
“Airnya memang penuh dan deras. Diduga korban terpeleset dan terseret sampai ke danau. Korban sudah dibawa ke rumah duka. Keluarga murni menganggap musibah dan tidak menuntut pada pihak manapun,” jelasnya. (eka prasetia/radar bali)
Editor : Hari Puspita