Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Duh! Sehari, Tebing Proyek Shortcut Longsor Dua Kali

Hari Puspita • Selasa, 22 November 2022 | 06:07 WIB
RISIKO TINGGI : Longsor di kawasan proyek shortcut di KM 18 Jalan Raya Singaraja-Denpasar dibersihkan usai kejadian. (foto: eka prasetya/radar bali)
RISIKO TINGGI : Longsor di kawasan proyek shortcut di KM 18 Jalan Raya Singaraja-Denpasar dibersihkan usai kejadian. (foto: eka prasetya/radar bali)
SINGARAJA– Para pengendara yang melintasi Jalan Raya Singaraja-Denpasar harus ekstra waspada. Sebab dalam sehari tebing di areal proyek shortcut Jalan Raya Singaraja-Denpasar, longsor sebanyak dua kali. Dampaknya arus lalu lintas sempat tersendat. Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Titik longsor itu berada di KM 18 Jalan Raya Singaraja-Denpasar. Sekitar 200 meter arah selatan persimpangan menuju Desa Pegadungan. Tebing setinggi 20 meter tersebut semula mengalami longsor pada pukul 07.00 pagi. Material longsoran menutupi seluruh badan jalan.

Alat berat dari kontraktor pelaksana proyek shortcut dikerahkan untuk membersihkan material longsoran. Pada pukul 10.00 pagi, jalan dilaporkan sudah dapat dilintasi kembali oleh kendaraan.

Rupanya longsor susulan kembali terjadi pada pukul 15.00. Kadek Kariana, salah seorang warga yang kebetulan melintas menuturkan material proyek mendadak longsor. Kendaraan yang ia tumpangi saat itu tak jauh dari lokasi longsoran.

“Memang waktu itu mau perjalanan ke Denpasar. Pas setelah lewat persimpangan ke Pegadungan itu, tahu-tahu ada longsor. Jalan dari arah Denpasar maupun Singaraja tertutup semua. Termasuk bahu jalan juga tertutup,” ujarnya.

Hingga pukul 16.30, pelaksana proyek dilaporkan masih berusaha membersihkan material dengan mengerahkan sebuah ekskavator dan dua buah truk. Sehingga material bisa diangkut dengan lebih cepat.

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng Putu Ariadi Pribadi mengatakan, lokasi longsoran itu berada di areal proyek shortcut 7-8. Tatkala ada longsor, pelaksana proyek telah menyanggupi membantu proses pembersihan jalan.

“Kebetulan alat berat mereka ada yang stand by di dekat sana. Jadi dari pelaksana proyek memang sudah menyanggupi melakukan pembersihan kalau ada longsor di areal sana,” kata Ariadi.

Menurutnya kemiringan tebing di lokasi tersebut sangat ekstrem. Ia memperkirakan kemiringan mencapai 80 derajat. Dampaknya dalam sebulan ini sudah tiga kali terjadi longsor di areal tersebut. Longsor bukan hanya disebabkan kondisi tanah yang labil, namun juga getaran yang terjadi. Mengingat ruas jalan tersebut kerap dilintasi kendaraan dengan tonase berat.

“Kami belum tahu apakah lokasi itu akan dibuatkan dinding penahan tanah atau tidak. Memang secara kontur risiko gerakan tanah di sana tinggi. Kalau tidak ada dinding penahan, kemudian hari memang akan rentan sekali terjadi longsor,” demikian Ariadi. (eka prasetya/radar bali) Editor : Hari Puspita
#shortcut singaraja denpasar #tanah longsor #tanah longsor di lokasi shortcut