Meski terjadi pembobolan dalam waktu yang hampir bersamaan, tak ada pedagang yang melapor ke polisi. Polisi usai kejadian mengklaim telah menerjunkan tim untuk menyelidiki laporan tersebut.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, enam kios tersebut merupakan milik Agus Susila, Ketut Sudensi, Luh Suardani, Ayu Mersi, Komang Astini, dan Luh Sutami. Kios mereka cukup berdekatan.
Diduga pelaku pembobolan memanfaatkan situasi yang sepi untuk melakukan aksinya. Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya saat dikonfirmasi mengatakan, peristiwa pembobolan itu tidak dilaporkan ke polisi.
“Makanya tadi begitu kami mendapat informasi, langsung menerjunkan Opsnal Reskrim ke lokasi untuk melakukan penyelidikan awal,” kata Sumarjaya saat ditemui di Mapolres Buleleng, Selasa (22/11).
Ia mengklaim polisi sebenarnya telah melakukan langkah antisipasi. Seperti melakukan patroli pada malam hari, serta menyampaikan pesan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) pada para pedagang.
Sumarjaya berjanji polisi akan meningkatkan intensitas patroli. Terutama pada malam hari. “Kami juga akan koordinasi dengan PD Pasar. Supaya tenaga internal juga sama-sama melakukan pengamanan dan kontrol di sekitar wilayah pasar. Terutama pada malam dan dini hari,” ujarnya. (eka prasetia/radar bali) Editor : Hari Puspita