Mengacu data di Dinas Sosial Buleleng, ada 6.438 keluarga yang menerima BSU BBM. Dari ribuan keluarga itu, sebanyak 514 keluarga belum mencairkan bantuannya.
“Uangnya sudah ditransfer ke rekening mereka. Tapi belum dicairkan. Masih tersimpan di rekening penerima,” kata Kepala Dinas Sosial Buleleng I Putu Kariaman Putra.
Dinsos telah mengecek langsung pada penerima bantuan tersebut. Mereka belum bisa mencairkan bantuan tersebut karena kondisi dan situasi di tempat tinggal masing-masing. Ada pula yang mengalami keterbatasan gerak, sehingga belum bisa mencairkan bantuan.
Rencananya pemerintah akan tetap melanjutkan proses pencairan BSU, untuk bulan November dan Desember. Apabila bantuan tersebut belum juga dicairkan, maka pemerintah akan meminta bank penyalur melakukan pencairan secara door to door.
“Karena kan bisa jadi kondisi mereka itu lansia sedang sakit, ada juga yang tidak punya kendaraan. Jadi tidak bisa datang mencairkan bantuan. Kalau sampai batas pertengahan Desember belum dicairkan, kami minta bank lakukan jemput bola, memfasilitasi proses pencairan,” ujarnya.
Sekadar diketahui pemerintah mencairkan BSU BBM kepada 6.438 keluarga tidak mampu, namun tercecer darai Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Masing-masing keluarga akan menerima bantuan tunai sebanyak Rp 450 ribu untuk kurun waktu Oktober hingga Desember. Selain keluarga tidak mampu, bantuan serupa juga menyasar 553 keluarga nelayan, 1.200 pelaku usaha kecil dan menengah, serta 125 keluarga sopir angkutan kota dan pedesaan. (eka prasetya/radar bali)
Editor : Hari Puspita