Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Pasang Jaring, Remaja Asal Tabanan Hilang di Bendungan Titab

Hari Puspita • Jumat, 2 Desember 2022 | 05:47 WIB
MENCARI KORBAN : Petugas Bersama warga mencari Kadek Rangga yang dilaporkan hilang di bendungan. (foto: humas polres buleleng)
MENCARI KORBAN : Petugas Bersama warga mencari Kadek Rangga yang dilaporkan hilang di bendungan. (foto: humas polres buleleng)
SINGARAJA– Seorang remaja asal Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, dilaporkan hilang di Bendungan Titab. Proses pencarian masih terus berlangsung. Namun belum ada tanda-tanda ditemukannya korban.

Remaja yang hilang itu adalah Kadek Rangga, 13. Dia dilaporkan datang ke Bendungan Titab bersama temannya yang bernama Putu Arta Wiguna, 23. Mereka sengaja datang ke Bendungan Titab menjala ikan. Mereka sampai di Bendungan Titab sekitar pukul 14.30. Keduanya lantas memasang jaring ikan di hulu bendungan.

Sekitar pukul 17.00, Rangga dan rekannya terseret arus sungai. Tak hanya itu, jaring yang mereka pasang juga ikut terseret arus sungai.

Mereka sempat tenggelam, namun Putu Arta Wiguna mampu menyelamatkan diri. Sementara korban Kadek Rangga terus terseret arus sungai. Arta Wiguna sempat berusaha menyelamatkan korban dan meminta korban menarik jarring ikan. Namun ia tak kuat menarik jaring.

Hingga pukul 20.00 Kadek Rangga masih belum ditemukan. Pihak kepolisian bersama warga sekitar dan tim SAR dari Pos SAR Buleleng masih melakukan proses pencarian terhadap korban.

Kapolsek Busungbiu AKP Ketut Wisnaya mengatakan, proses penyisiran masih terus dilakukan. Tim gabungan melakukan penyisiran di sepanjang daerah aliran sungai, terutama di kawasan hilir bendungan.

“Kami dari kepolisian bersama tim SAR dan warga terus melakukan penyisiran. Karena kondisi sudah gelap, penyisiran hanya dilakukan di pinggiran Tukad Saba dan areal sekitar bendungan yang masih bisa dijangkau. Rencananya besok (Jumat, 2 Desember 2022) proses pencarian akan dilanjutkan,” katanya. (eka prasetya/radar bali)

  Editor : Hari Puspita
#remaja terseret arus sungai #remaja hilang di bendungan #remaja hilang di buleleng