Remaja yang hilang itu adalah Kadek Rangga, 13. Dia dilaporkan datang ke Bendungan Titab bersama temannya yang bernama Putu Arta Wiguna, 23. Mereka sengaja datang ke Bendungan Titab menjala ikan. Mereka sampai di Bendungan Titab sekitar pukul 14.30. Keduanya lantas memasang jaring ikan di hulu bendungan.
Sekitar pukul 17.00, Rangga dan rekannya terseret arus sungai. Tak hanya itu, jaring yang mereka pasang juga ikut terseret arus sungai.
Mereka sempat tenggelam, namun Putu Arta Wiguna mampu menyelamatkan diri. Sementara korban Kadek Rangga terus terseret arus sungai. Arta Wiguna sempat berusaha menyelamatkan korban dan meminta korban menarik jarring ikan. Namun ia tak kuat menarik jaring.
Hingga pukul 20.00 Kadek Rangga masih belum ditemukan. Pihak kepolisian bersama warga sekitar dan tim SAR dari Pos SAR Buleleng masih melakukan proses pencarian terhadap korban.
Kapolsek Busungbiu AKP Ketut Wisnaya mengatakan, proses penyisiran masih terus dilakukan. Tim gabungan melakukan penyisiran di sepanjang daerah aliran sungai, terutama di kawasan hilir bendungan.
“Kami dari kepolisian bersama tim SAR dan warga terus melakukan penyisiran. Karena kondisi sudah gelap, penyisiran hanya dilakukan di pinggiran Tukad Saba dan areal sekitar bendungan yang masih bisa dijangkau. Rencananya besok (Jumat, 2 Desember 2022) proses pencarian akan dilanjutkan,” katanya. (eka prasetya/radar bali)
Editor : Hari Puspita