Saat ini beberapa bahan pokok memang masih terbatas. Sebut saja cabai dan bawang. Biasanya komoditas tersebut hanya tersedia pada musim kemarau. Namun pada musim penghujan ketersediaan pasokan relatif terbatas. Sejauh ini pasokan yang stabil hanya komoditas beras.
Para petani pun diharapkan dapat menerapkan strategi pola tanam. Pemerintah yakin strategi itu akan efektif mencegah kenaikan harga bahan pokok. Terutama yang harganya kerap mengalami fluktuasi. Seperti cabai dan bawang.
Kepala Dinas Pertanian Buleleng Made Sumiarta mengatakan, sejak akhir tahun lalu Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) telah diminta turun mengedukasi petani. Biasanya pada musim penghujan petani akan ramai-ramai menanam padi. Sementara komoditas lainnya cenderung ditinggalkan.
“Kami dorong supaya mereka juga menerapkan strategi tanam. Karena kalau ketemu harga tinggi, yang untung kan petani juga,” kata Sumiarta.
Namun bila harga komoditas tertekan, maka pemerintah akan mengambil strategi lain. Yakni menggandeng perusahaan umum daerah (perumda), untuk menyerap hasil panen petani. Sehingga mereka tetap mendapat harga yang wajar dan adil.
“Ini penting agar daya beli masyarakat juga terjaga. Kalau pasokan itu tersedia sepanjang tahun, otomatis harga juga akan stabil sepanjang tahun. Kami coba terapkan strategi ini, agar pasokan di sektor hulu tetap terjaga,” imbuhnya.
Disamping itu, petani juga diminta menerapkan strategi tumpang sari. “Strategi pola tanam dan masa tanam kita terapkan agar petani selalu berproduksi, tidak musiman walau skala kecil. Selain itu kami ajak dan beri contoh pola tanam tumpang sari. Jadi dalam satu area tidak satu jenis tanaman, bisa ada tanaman lain. Seperti kacang Panjang, atau jenis tanaman sayur mayur lainnya. Jadi ada hasil tambahan, minimal untuk konsumsi pribadi,” demikian Sumiarta. (eps/rid)
Editor : M.Ridwan