Ternyata penataan itu berkaitan dengan agenda kunjungan kerja Presiden Joko Widodo ke Bali. Presiden Jokowi juga diagendakan melakukan kunjungan ke Pasar Anyar Singaraja. Namun, kunjungan itu masih bersifat tentatif.
Kendati tentatif, pemerintah tetap melakukan penataan di sana. Perumda Pasar dan Satuan Polisi Pamong Praja Buleleng menertibkan para pedagang tumpah yang biasa berjalan di emperan jalan. Ruas Jalan Sawo dan Jalan Durian juga bersih dari pedagang kaki lima. Padahal tadinya banyak pedagang yang ngotot berjualan di badan jalan, meski mereka sudah memiliki lapak di dalam pasar. Bukan hanya itu, sejumlah instansi juga terlihat. Staf di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Buleleng dikerahkan untuk membersihkan sampah.
Tenaga harian di Dinas PU juga dikerahkan untuk mengeruk saluran drainase. Beberapa trotoar yang berlubang mendadak ditambal. Selain itu, Dishub juga menyewa mobil derek untuk memindahkan beberapa mobil yang sudah parkir berhari-hari di Jalan Diponogoro.
Sekkab Buleleng Gede Suyasa saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya hanya menyiapkan apa yang menjadi permintaan protokol istana. Menurut Suyasa seluruh agenda dan rute yang dilalui sangat dinamis. Pemkab Buleleng pun baru akan mengetahui rute yang ditentukan pada hari kegiatan.
“Semuanya ditentukan Protokol Istana dan Paspampres. Kami hanya menyiapkan apa yang diminta. Saat ini jalan yang akan dilalui sudah direhab ringan. Jadi lebih nyaman saat dilintasi dan tidak menggangu perjalanan tim pengamanan presiden,” ujarnya.
Ia juga tak menampik bila pasar juga mulai ditata. Sebab Presiden Jokowi ingin bertemu dan berdialog dengan pedagang. Suyasa membantah bila penataan pasar itu semata-mata dilakukan karena Jokowi hendak berkunjung ke pasar terpadat di Kota Singaraja itu.
Menurutnya pemerintah sudah melakukan dialog dan pendekatan dengan para pedagang sejak sebulan lalu.“Kami sudah pendekatan sebelum ada agenda kunjungan presiden. Asisten dua juga sudah bertemu dengan tokoh masyarakat dan pedagang untuk penataan pasar. Mudah-mudahan ini jadi titik awal kami melakukan penataan kembali di Pasar Anyar. Jadi setelah kunjungan, pasar bisa lebih tertata,” tukas Suyasa. (eps)
Editor : Donny Tabelak