Ada sejumlah pedagang yang akan direlokasi. Di antaranya pedagang bermobil yang biasa berjualan di sepanjang Jalan Diponogoro, pedagang tumpah di Jalan Sawo, serta pedagang pasar tumpah di sepanjang Jalan Durian. Selain itu pedagang di Lantai III Pasar Banyuasri juga akan direlokasi.
Keputusan relokasi itu diambil setelah pemerintah melakukan rapat membahas penataan Pasar Anyar Singaraja, di ruang rapat Kantor Bupati Buleleng, Rabu (15/2). Rapat dipimpin Penjabat Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana, dan diikuti beberapa instansi teknis yang terkait dengan penataan dan operasional pasar.
Direktur Utama Perumda Pasar Argha Nayottama Buleleng, Made Agus Yudiarsana mengungkapkan, seluruh pedagang akan ditata sedemikian. Khusus pedagang bermobil akan direlokasi ke Pasar Tumpah Banyuasri. Mereka hanya buka pukul 23.00 malam hingga keesokan pagi. Selain itu pedagang bermobil di lantai III Pasar Banyuasri juga akan direlokasi ke lambung barat Terminal Banyuasri dengan jam operasional pukul 15.00 hingga 22.00 malam.
“Pedagang bermobil ini kami ingatkan, jangan jualan eceran. Mereka khusus layani grosir. Kalau layani eceran juga, nanti ribut lagi,” katanya.
Sementara pedagang yang biasa berjualan di sepanjang Jalan Sawo dan Jalan Durian, diminta masuk ke dalam Pasar Anyar Singaraja. Menurutnya ada 220 lapak di dalam pasar yang tidak ada pemiliknya. Pedagang yang selama ini berdalih tak punya tempat di dalam pasar, masih punya kesempatan berjualan di sana.
“Lantai dua itu masih banyak yang kosong. Kalau mereka mau jualan di sana, nampung semua kok. Kami sudah berupaya melaksanakan apa yang jadi kebijakan terhadap penataan pasar ini,” ujarnya.
Sementara itu Pj. Bupati Buleleng Ketut Lihadnyana menyatakan pasar akan ditata. Rencananya pemerintah akan mengganti trotoar di sekeliling pasar. Penggantian trotoar itu jadi bagian dari penataan pasar, karena saluran drainase di sana mampet. Alhasil pasar menjadi kumuh karena limbah tak mengalir dengan optimal.
Selain itu ruas Jalan Durian juga akan dipasangi paving sehingga terlihat lebih bersih. Lihadnyana memastikan ruas jalan tersebut akan steril dari pedagang yang berjualan di atas trotoar, terlebih lagi di atas badan jalan.
“Ini untuk mendorong keindahan di sana. Kami tidak mau memutus mata pencaharian pedagang, tapi kami atur dan tata. Mudah-mudahan ini berjalan dengan baik. Yang penting (penataan) jalan dulu, soal anggaran nanti berproses,” tukasnya. [eka prasetya/radar bali]
Editor : Hari Puspita