Rencananya bawang putih akan dikembangkan di lahan seluas 20 hektare. Saat ini ada dua kelompok tani yang siap mengembangkan komoditas itu. Masing-masing Kelompok Tani dan Ternak (KTT) Sari Merta dan KTT Lembu Wibuh Winangun. KTT Sari Merta sendiri siap menanam seluas 15 hektare, dan KTT Lembu Wibuh Winangun seluas lima hektare.
Kabid Hortikultura pada Dinas Pertanian Buleleng, I Gede Subudi mengatakan, kedua kelompok itu akan mendapat bantuan bibit dari Kementerian Pertanian. Total kementerian akan mengucurkan bantuan bibit bawang putih sebanyak 14 ton. Subudi menyebut varietas yang dikemangkan adalah Lumbu Hijau. “Nanti ada bantuan bibit dari Kementerian Pertanian. Untuk setiap hektare akan dibantu bibit 700 kilogram. Kami dari kabupaten juga akan membantu pupuk,” jelas Subudi.
Subudi mengatakan pihaknya akan melakukan sosialisasi pada kelompok tani. Sehingga mereka siap menanam bawang putih. Sebab tanaman itu terbilang baru bagi petani setempat.
Ia pun optimistis bila bawang putih akan tumbuh subur di Tambakan. Sebab wilayah itu memiliki kondisi cuaca yang mirip dengan Kintamani. Sementara Kintamani selama ini jadi sentra komoditas bawang putih di Bali. “Iklimnya mirip-mirip dengan Kintamani. Jadi kami optimistis bisa berkembang. Kalau berhasil, harapannya di sana bisa jadi sentra produksi. Disamping Wanagiri dan Munduk,” demikian Subudi. (eps) Editor : Donny Tabelak