AULA di Hotel Puri Sharon, Singaraja, terlihat ramai dengan pegawai berpakaian dinas berwarna putih. Mereka merupakan pegawai Dinas Perhubungan Buleleng. Ada pula yang mengenakan kemeja berwarna putih dengan celana hitam.
Pagi itu mereka tengah mengikuti pendidikan dan pelatihan (Diklat) keselamatan lalu lintas dari Politeknik Transportasi Darat (Poltrada) Bali. Diklat itu melibatkan para tenaga non Aparatur Sipil Negara (ASN) Dinas Perhubungan, dan pengemudi angkutan umum.
Tercatat ada 120 orang peserta yang terlibat dalam diklat tersebut. Sebanyak 75 orang diantaranya merupakan tenaga non ASN, lainnya merupakan pengemudi angkutan umum. Baik angkutan orang maupun barang.
Kepala Dinas Perhubungan Buleleng Gede Gunawan AP mengungkapkan, ini pertama kalinya Poltrada Bali memberikan diklat di Buleleng. Biasanya diklat dilakukan di kampus Poltrada. “Biasanya kami yang mengirim staf untuk mengikuti diklat ke Poltrada. Tapi ini pertama kalinya mereka menggelar diklat di Buleleng,” ujar Gunawan.
Menurutnya dalam diklat tersebut pihaknya sengaja melibatkan para pengemudi angkutan orang dan barang. Sehingga mereka memiliki pemahaman yang lebih baik dalam berkendara. Ia meyakini selama ini pengemudi sudah memahami teknis berkendara, serta kedisiplinan dalam mengemudi. Namun ada teori-teori yang juga harus dipahami.
Gunawan menyatakan diklat tersebut tak kalah penting bagi pengemudi. Sebab mereka akan mendapat materi-materi yang mendukung profesi mereka. Diantaranya pemahaman mengenai tata cara berlalu lintas yang baik, pengecekan kendaraan sebelum bepergian, pemahaman tentang respons gawat darurat, termasuk pemahaman soal perundang-undangan Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ).
“Selama ini kan mereka sudah bisa melaksanakan, learning by doing. Tapi mereka juga butuh teori, supaya pemahamannya lebih baik. Jadi mereka lebih humble dalam berkendara,” ungkap Gunawan, Selasa (21/2/2023).
Selain itu lewat diklat itu, ia meyakini angka kecelakaan bisa ditekan. Sebab pengemudi bisa memahami soal pencegahan. Tak hanya soal pemahaman terhadap rambu-rambu lalu lintas, namun juga soal kelaikan dan kelayakan kendaraan yang dikemudikan.
“Minimal mereka paham dimana bisa cari penumpang, dimana bisa menepi. Bagaimana caranya, supaya mereka tidak terlibat dalam kecelakaan apalagi menjadi penyebab kecelakaan,” demikian Gunawan. [eka prasetya/radar bali]
Editor : Hari Puspita